Balai Anak Paramita di Mataram Memulai Langkah Awal Penyaluran Dana Bansos Anak untuk 800 anak di Provinsi NTB, Bali, dan Sulbar

LOMBOK-GemilangNews.Com

Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Paramita” di Mataram memulai langkah percepatan penyaluran dana bantuan rehabilitasi sosial anak tahun 2020 dengan mengadakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dalam jaringan (online) melalui video conference yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari. Kegiatan dibagi menjadi 3 (tiga) jadwal berdasarkan wilayah jangkauan kerja Balai Anak Paramita. Jadwal pertama dimulai pada hari Senin, 27 April 2020 pukul 09.30 WITA hingga pukul 12.30 WITA dengan jumlah peserta bimtek sebanyak 30 orang yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan jadwal kedua dilaksanakan di hari yang sama pada pukul 13.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA dengan jumlah peserta bimtek sebanyak 28 orang yang berasal dari Provinsi Bali. Sedangkan jadwal ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, 28 April 2020 pukul 09.30 WITA hingga pukul 13.20 WITA dengan jumlah peserta bimtek sebanyak 24 orang.

Adapun peserta bimbingan teknis berasal dari pihak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mitra balai yang menerima bantuan rehabilitasi sosial anak tahun 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Balai, dan Sulawesi Barat. Selain itu turut hadir pula, pejabat struktural dari masing-masing Dinas Sosial Provinsi dan juga Dinas Sosial Kabupaten/Kota di 3 (tiga) provinsi tersebut, dan juga Supervisor dan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Pendamping LKSA di masing-masing wilayah kerjanya. Kegiatan bimtek dimulai dengan sambutan yang diberikan oleh Kepala BRSAMPK “Paramita” di Mataram, I Ketut Supena. Beliau mengatakan “Program Bantuan Rehabilitasi Sosial Anak tahun 2020 ini dilaksanakan lebih cepat guna mengantisipasi wabah COVID-19 yang saat ini melanda negara kita. Oleh sebab itu, wujud dari kehadiran negara terhadap anak-anak Indonesia, Kementerian Sosial melalui Balai dan Loka Rehabilitasi Sosial Anak mendapatkan amanah untuk mempercepat proses pemberian bantuan sosial bagi anak. Ada beberapa komponen pemanfaatan yang harus Bapak dan Ibu Ketua maupun petugas LKSA perhatikan.” Tuturnya

Dalam sambutannya pula Supenan mengatakan bahwa penerima Bantuan Rehabilitasi Sosial Anak tahun 2020 ini berjumlah 800 anak, dimana NTB mendapatkan 350 anak penerima bantuan, Bali 300 anak penerima bantuan, dan 150 penerima bantuan untuk Provinsi Sulawesi Barat. Adapun pemanfaatan dana bantuannya antara lain untuk Bantuan Bertujuan (Bantu) Anak sebesar Rp.500.000,- yang di dalamnya termasuk untuk pembelian suplemen daya tahan tubuh dan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer, dan sarung tangan. Sedangkan Rp.500.000,- sisanya digunakan untuk pengasuhan sosial, dukungan keluarga, dan terapi, sehingga total bantuan masing-masing anak berjumlah Rp.1.000.000,-.

Usai sambutan dari Kepala Balai, Den Ardani selaku penyuluh sosial dan PIC yang ditunjuk kepala balai dalam penyaluran bantuan rehabilitasi sosial anak tahun 2020 ini menyajikan paparan yang dibagi menjadi 4 sesi. Sesi pertama adalah penjelasan terkait dengan pemanfaatan dana bantuan, sesi kedua adalah penjelasan terkait format laporan yang sesuai dengan kaidah penulisan yang benar, sesi ketiga adalah pemaparan materi kelengkapan administrasi pertanggungjawaban yang harus dilampirkan sesuai dengan petunjuk teknis dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, dilanjutkan sesi terakhir adalah sesi tanya jawab dan diskusi. Dalam penyampaiannya Den Ardani turut menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan proses payroll oleh pihak bank penyalur ke rekening 800 anak penerima bantuan, paling lambat hari Rabu, 29 April 2020 seluruh dana bantuan diterima oleh masing-masing rekening. Dan siap untuk diterimakan kepada masing-masing anak. Petugas LKSA berkewajiban untuk segera berkoordinasi dengan bank penyalur dana bantuan untuk mempermudah proses pencairannya.

Antuasiasme peserta bimbingan teknis sangat tinggi, hal tersebut terlihat dari lamanya durasi bimbingan teknis yang awalnya hanya dialokasikan waktu selama 2 jam untuk masing-masing provinsi, namun ternyata kegiatan berlangsung hingga lebih dari 3 jam. Hal tersebut dimaksudkan agar para peserta bimtek yang merupakan garda terdepan dalam penyaluran bantuan rehabilitasi sosial anak tahun 2020 memahami benar tentang tugas dan tanggung jawab serta hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan. Di akhir kegiatan bimtek, Supena menutup kegiatan dengan memberikan pesan kepada peserta “kita bekerja bersama-sama untuk anak-anak Indonesia, mohon bantuan dan koordinasi ke depannya agar pelaksanaan penyaluran bantuan ini tidak mengalami kendala.”

Reporter : Hana Ratlian Okviany

JELAJAHI