BPOM Palembang Memusnahkan 10.500 Tahu Dan 2440 Kg Mie Basah Berformalin

PALEMBANG-GemilangNews.com

Bertempat di halaman BPOM Palembang Jakabaring. Balai Besar Pangan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang memusnahkan 10.500 tahu dan 2440 kg mie basah berformalin. Jumat (15/3).

Sementara berdasarkan hasil yang di himpun bahwa barang bukti tersebut diperoleh dari 2 TKP di Kecamatan Ilir Barat Satu IB I. Kepala BPOM Palembang Dewi Prawitasari mengungkapkan, pagi ini pihaknya bersama Pemda Provinsi dan Pemkot Palembang melakukan pemusnahan barang bukti tahu dan mie basah berformalin yang membahayakan kesehatan. “Tahu dan mie basah ini dipasarkan di Palembang dan wilayah sekitar Palembang. Barang buktinya 105 ember tahu, yang masing-masing ember berisi 100 tahu. Selain itu, kita juga musnahkan 61 karung mie basah berfomalin yang masing-masing karung berisi 40 kg,” tuturnya.

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, produsen tahu dan mie basah di Palembang berjumlah lebih dari 10 produsen. “Yang kita sidak minggu lalu baru 2 produsen. Masih ada indikasi produsen mie dan tahu lainnya yang menggunakan formalin. Kedepan kita akan melakukan sidak lagi ke produsen yang terindikasi kuat menggunakan formalin,” tandasnya.

Tambah Dewi lagi, pemilik tahu dan mie basah ini tidak ditahan. Namun proses hukum tetap berjalan. “Penyidikan lebih lanjut kita serahkan ke Polda dan Kejaksaan. Ancaman hukumannya berdasarkan Undang- Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 adalah kurungan penjara 5 tahun atau denda Rp 10 miliar,” teranganya.

Di tanyakan oleh awak media perbedaan tahu dan mie basah yang mengandung formalin, Dewi menjelaskan, “untuk mie basah berformalin akan bertahan lebih dari 7 hari, mienya tidak mudah putus dan berminyak. Sedangkan tahu berformalin cirinya adalah tahu lebih kenyal dan bisa bertahan lebih dari 12 jam. “Tutup Dewi

Kedepan pihaknya akan bekerjasama dengan Dinkes kota Palembang untuk melakukan sosialisasi bahaya penggunaan formalin dan ancaman hukuman bagi produsen tahu dan mie basah yang menggunakan formalin.

Reporter: Nopri