Implementasi dan Kebijakan PPKM, Polres Metro Jakpus Bentuk 12 Ribu Relawan

Jakarta, GemilangNews.Com- Polres Metro Jakarta Pusat membentuk relawan RT pengawas protokol kesehatan. Ada lebih dari 12 ribu relawan yang dilibatkan di program di Indonesia ini. Mereka terdiri dari warga setempat yang tergugah hatinya untuk menyadarkan masyarakat soal bahaya COVID-19. Langkah ini merupakan implementasi dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

“Kami usulkan relawan protokol kesehatan di tingkat RT agar diperkuat,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi di PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).

Dari data Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dan UNICEF, ketidakdisiplinan masyarakat berpengaruh terhadap meningkatnya angka penyebaran COVID-19. Contohnya Amerika Serikat yang angka tes PCR tinggi namun karena pemberlakukan protokol kesehatan minim, angka COVID-19 sangat tinggi.

Hengki menjelaskan, Polisi, Satpol PP dan TNI yang sudah ada bakal diperkuat untuk bersinergi bersama relawan. Relawan ini nantinya bekerja untuk mendisiplinkan masyarakat. Seperti penggunaan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Polres Metro Jakarta Pusat membentuk relawan RT pengawas protokol kesehatan (MP/Kanugraha), Mereka hanya mengingatkan dan mengawasi masyarakat. Sementara penindakan tetap pada aparat berwenang. “Kuncinya kedisiplinan. Mereka punya tanggungjawab masing-masing. Ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa disana yang membantu,” jelas Hengki.

Lulusan AKPOL 1996 ini menjelaskan, relawan ini bukan hanya saat PPKM saja, melainkan untuk seterusnya. “Jangan sampai yang sudah zona hijau jadi kuning lagi. Ini kami pertahankan sampai pandemi berakhir. Kami bersatu,” terang Hengki.

Baca Juga:

Pemkot Solo Longgarkan Aturan PPKM Mikro, Anak 5 Tahun boleh Ngemal Nantinya, program ini bakal diperluas bukan hanya di tingkat RT saja, melainkan di pertokoan, perkantoran, tempat umum hingga rumah ibadah. Sementara itu, Plh Walikota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan, Jakarta Pusat sudah nihil zona oranye. Kini yang tersisa adalah zona kuning bahkan zona hijau.

“Ini bisa dilakukan karena kekompakan tiga pilar dan warga. Dengan adanya relawan yang dikukuhkan kerja kita makin kompak agar jumlahnya menjadi hijau,” terang Irwandi.

Admin : (Redaksi GN) 

JELAJAHI