Cipkon Tiga Pilar Cempaka Putih Jakpus, Gebrak Masker Diwilayah

Jakarta, GemilangNews.Com- Pada masa transisi Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) ini, Seluruh instansi Pemerintah gencar dalam penyelenggaraan penerapan protokol kesehatan, kegiatan tersebut tentunya tiada lain tiada bukan untuk memerangi Corona Virus Desease (Covid-19). 

Namun, bukan hanya peran dari pemerintahan saja yang beraksi dalam pencegahan penyebaran Covid-19, Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pun turut aktif bersama – sama melaksanakan berbagai macam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Terpantau dari Tim GemilangNews.Com dalam peliputan kali ini, Sabtu, 17 oktober 2020 Pukul 11.30 WIB melaporkan Tiga Pilar Cempaka Putih Jakarta Pusat kembali aktif melaksanakan giat “Gebrak Masker”.

Seperti biasa, giat ini diawali dengan apel yang bertempat di Mako Polsek Cempaka Putih. Dalam giat ini pun melibatkan anggota Polsek Cempaka Putih, Kecamatan dan Koramil Cempaka Putih, serta Pokdar. dalam apel tersebut, Waka Polsek Cempaka Baru, Iptu M. Rasid SH yang juga mantan Kanit Reskrim Polsek Johar Baru ini memberikan motivasi kepada seluruh anggota yang bertugas dengan menyerukan iyel – iyel sebagai tambahan penyemangat dalam pelaksanaan giat malam ini. 

Foto : Apel Cipkon Mobile (Ops Yustisi) di Mako Polsek Cempaka Putih Jakpus. Dok. (Redaksi GN).

Terpantau oleh kami, Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Chitya memimpin langsung operasi pada malam hari ini, serta didampingi oleh Waka Polsek, Iptu M Rasid SH, hadir pula Camat Cempaka Putih, Bapak Andre, Koramil Cempaka Putih, Pol PP dan Pokdar. 

“Kami Polsek Cempaka Putih bersama tiga pilar, kecamatan Cempaka Putih, Pokdar kita mobile. Hari ini kita mobile dilakukan dari polsek cempaka putih, untuk wilayah kita, pangkalan asem, pasar genjing, taman solo, rumah sakit islam Jakarta dan sekaligus kita antisipasi balap liar dan gangguan kambtibmas,” Tutur Kapolsek Cempaka Putih kepada Tim dilapangan. 

Chitya menerangkan, giat rutinitas operasi yustisi ini dilakukan sehari tiga kali. dimana, selalu memberikan himbauan mengenai penyuluhan covid-19 kepada masyarakat, dan juga untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, diantaranya dengan selalu menggunakan masker. Dirinya juga menegaskan, bilamana ditemukan adanya pelanggar, maka akan diberikan sanksi sosial (menyapu-red) seperti biasanya. 

“lalu Kita memantau pedagang – pedagang yang berjualan di malam hari dan kumpul – kumpulnya masyarakat jadi kita himbau kita ingatkan secara humanis namun tegas dengan sopan santun juga kami menghimbau kepada masyarakat supaya tetap memperhatikan protokol kesehatan jangan sering keluar malam – malam silakan kembali kerumah tetap jaga kesehatan.” Imbaunya. 

Ditemui oleh Tim dilokasi yang sama, Camat Cempaka Putih, Bapak Andre mengucapkan terima kasih bagi warga masyarakat yang sama – sama menjaga protokol kesehatan. 

“Kita ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah menjaga protokol kesehatan, dimana kesadaran masyarakat tentang 3 M,” Ujarnya. 

Dihadapan media, Andre menguraikan status Cempaka Putih yang masuk dalam zona merah, dimana dirinya menuturkan sampai tanggal 14 oktober 2020, kasus covid-19 diwilayah Cempaka Putih mencapai 1.200 pasien, dan 32 orang telah meninggal dunia. Dirinya juga memaparkan, bahwa sampai saat ini pun masih ada warga masyarakat yang tak patuh terhadap protokol kesehatan, salah satunya dengan tidak memakai masker. 

“Kita kedepannya terus menghimbau dengan ‘Gebrak Masker’ dikampung – kampung di wilayah cempaka putih. Mengingatkan Kewaspadaan dalam kehidupan sehari – hari dan terus menjalani 3 M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan), dengan berharap agar mereka bukan karena takut aturan akan tetapi karena kesadaran pola hidup sehat dilingkungan.” Pungkasnya. 

Dalam hasil liputan kami dilapangan, situasi wilayah Cempaka Putih masih dalam keadaan kondusif, dan dalam operasi ini pun terlihat para petugas membubarkan kerumunan masyarakat yang berkumpul. 

Admin : (Redaksi GN/Tim) 

JELAJAHI