Disdik Kota Bogor Bekerjasama Dengan Telkomsel Bagikan Kartu Perdana Gratis Isi Kuota 10 GB Untuk Murid Se-Kota Bogor

BOGOR-Gemilangnews.com

Pembelajaran jarak jauh atau daring bagi para siswa siswi sekolah untuk SD dan SMP menjadi solusi dalam situasi masih menghadapi pandemi covid-19, sistem pembelajaran tatap muka untuk sekolah dibawah naungan Disdik Kota Bogor masih belum diperbolehkan.

Terkait banyak keluhan masalah kuota semenjak sistem belajar daring untuk SD dan SMP diberlakukan akibat pandemi Covid-19, ini menjadi perhatian yang serius bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk perbaikan sistem daring ini.

“Disdik Kota Bogor bekerjasama dengan Telkomsel sebagai provider seluler dengan lakukan terobosan baru melalui bagi-bagi kartu perdana gratis isi kuota 10 GB untuk murid se Kota Bogor,” ungkap Fahrudin Kadisdik Kota Bogor diruangan Kerjanya, Kamis (27/08/20).

Lebih lanjut, Kadisdik menjelaskan, pembagian Kartu perdana gratis dengan kuota 10 GB khusus siswa ini, baru pertama kali Kota Bogor yang mengawali gebrakan dalam upaya solusi perbaikan sistem pembelajaran secara daring.

“Kuota dengan masa aktif selama 1 bulan ini diberikan hanya khusus untuk belajar, dengan ketentuan hanya bisa membuka link atau laman untuk belajar, tidak bisa membuka link yang lain apalagi untuk bermain game,” jelas Fahrudin.

Untuk kedepannya jika kuota habis, menurut Kadisdik, siswa cukup membeli dengan uang 5000 rupiah, akan mendapatkan 11 GB, dengan perincian 1 GB untuk all dan 10 GB nya khusus untuk pembelajaran.

“Inilah jawaban terkait keluhan masyarakat dengan masalah pembelajaran daring, saya menginkedepannya tidak akan lagi alasan tidak ada kuota.Pembagian kuota gratis ini sudah diberlakukan beberapa Sekolah Menengah Pertama Negeri seperti di SMPN 19, SMPN 17, SMPN 16, SMPN 14 dan beberapa SD mungkin kedepannya akan diberlakukan semi seremonial supaya masyarakat mengetahuinya,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, menurut Kadisdik, dirinya akan mengundang semua Kepala Sekolah serta pihak providernya, dan selanjutkan akan lakukan kerjasama dengan provider lainnya salah satunya Indosat, dengan harapan tidak akan ada lagi permasalahan tidak adanya kuota daring.

“Dan menyikapi masalah siswa yang tidak punya gadget, kita akan balik dengan menerapkan sistem jemput bola dengan kata lain program (Home Visit) yaitu mendatangkan guru ke rumah. Saya berpesan ikuti protokoler, jaga diri dan jaga orang lain, tetap semangat dalam belajar, karena kita sedang diuji oleh ALLAH SWT, dan semoga bisa lulus melalui ujiannya,” pungkas Kadisdik. (WAN)

JELAJAHI