NAYOR,KENDARAAN ANGKUTAN TRADISIONAL YANG MENJADI IKON KOTA CIBADAK KINI TERPINGGIRKAN

SUKABUMI – GemilangNews.Com

Kota Nayor merupakan ikon dari Kota Cibadak yang sudah terkenal keseluruh nusantara,bahkan juga dunia,pasalnya Kendaraan Tradisional Jenis Nayor ini asal muasal keberadaannya memang hanya ada di Cibadak dan berawal dari daerah Cibadak,Sukabumi,Jawa Barat.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun GemilangNews.Com,pada masa penjajahan jepang,sehingga terjadi pengeboman diwilayah cibadak yang mengakibatkan hancurnya jembatan,tepatnya jembatan pamuruyan ( hari ini.red ),dan saat dikantor kewedanaan,pada saat para pencipta mau mendaftarkan keabsahan nama tersebut,secara tidak sengaja,di kewedanaan sendiri pada saat itu ada yang bilang” Naha Ngagayor ” ke kendaraan tersebut,nah dari situlah Asal Kata Nayor tersebut yang berasal dari bahasa sunda kirata,yakni ” Naha Ngagayor “,yang artinya tidak bisa seimbang,akan tetapi berat sebelah kebelakang,berawal dari bahasa Naha Ngagayor itulah,timbul sebutan bahwa kendaraan tradisional di cibadak yang ditarik melalui tenaga seekor kuda disebut menjadi Nayor.

Seperti yang diungkapkan,keturunan dari Almarhum Abdul Rojak,Yayah Rohanah ( 78 ) kepada GemilangNews.Com mengatakan bahwa keberadaan dan pencipta Nayor tersebut merupakan inisatif gabungan dari 3 orang,termasuk Abdul Rojak,yang merupakan orang tuanya,termasuk pak Husin dan Pak Kardiya.

” Ketiga orang itulah yang awalnya menciptakan kendaraan tradisional yang disebut Nayor tersebut,dan Kusir pertamanya yaitu almarhum pak mamad,dan Kuda pertama yang menarik Nayor oleh keluarganya dengan nama is berem,” Ujarnya. photogrid_1475766360482Masih kata Yayah,Nayor pada saat dahulu merupakan kendaraan tradisional yang begitu diminati masyarakat Cibadak khususnya,bahkan banyak juga para turis asing waktu itu yang datang untuk melihat dan ber foto dengan Kendaraan Tradisional Nayor tersebut.

” Kendaraan Nayor dulu begitu diminati oleh masyarakat,dan jangkauan jarak Nayor pun cukup luas,hingga mampu mencapai 10 KM,karena waktu itu angkutan umum hanya ada mobil oplet saja.” Tuturnya.

Hal senada diungkapkan Hilmi Nurhikmat ( 42 ) seorang akademisi dan juga merupakan salah satu keturunan pelaku sejarah Nayor,bahwa kendaraan tradisional Nayor sempat mengalami modifikasi,yaitu dengan memakai rodanya menjadi empat,bukan memakai dua roda,akan tetapi itu tidak berlangsung lama,pasalnya keciri khas an dari Nayor itu hilang.

” Kalau menggunakan empat roda,berarti posisinya menjadi seimbang,jadi jauh dari sejarah kata Nayor sendiri yakni ” Naha Ngagayor “,artinya berat sebelah dan terkesan berat kebelakang,” Jelasnya.

Untuk itu melihat keberadaan Nayor sendiri,pada hari ini dirinya sangat miris,dikarenakan kalau pada jaman dahulu Nayor begitu sangat diminati,dan jumlah Nayor tersebut bisa mencapai puluhan,akan tetapi hari ini hanya ada empat kendaraan Nayor saja yang tersisa dan yang masih aktif.

” Kami berharap pemerintah selaku pemangku kebijakan,agar senantiasa melestarikan dan memberikan ruang bagi pengendara Nayor,karena Nayor merupakan ikon dari kota cibadak,selain bagian dari sejarah,bukan hanya relief dan tugu nayornya saja yang terpasang,akan tetapi orang – orang yakbi para pengendara dan pemilik Nayornya juga harus lebih diutamakan,karena kalau tidak demikian,keberadaan Nayor di Kota Cibadak akan hilang,dan Kota Nayor di Cibadak hanya menjadi kenangan saja,” Pungkasnya.

Reporter : Rizal

JELAJAHI