REVIEW FILM DARKEST HOUR

Oleh : Yuda ABI

Situasi pada saat itu bisa di katakan mencekam bagi para pasukan sekutu yg sedang menghadang pasukan Nazi di pelabuhan Dunkrik karena kondisi mendesak disebabkan banyaknya kekalahan tentara sekutu di setiap tempat pertempuran, kabar telegram mengatakan pasukan Nazi Jerman sedang memperkuat armadanya untuk memperluas invasinya.

Situasi mencekam itu bukan hanya dirasakan para tentara sekutu saja, tetapi dirasakan juga oleh para elit politik di kerajaan Inggris, para elit politik saling adu argumen demi mengedepankan kebijakan politiknya baik itu dari penguasa maupun oposisi, ditambah lagi dengan mundurnya perdana menteri Clement Attlee, bayangkan kondisi pada saat itu!
dengan kondisi ini muncul inisiatif kerajaan Inggris melakukan perdamaian dengan Nazi melalui bantuan Italia.

Dalam situasi yg kurang kondusif ini kerajaan Inggris mengangkat seorang perdana Menteri baru Wintson Churchill pengangkatan ini sebelumnya disetujui oleh anggota parlemen kerajaan Inggris.

Wintson Churcill Lahir di Blenheim Palace, Britania Raya pada tanggal 30 November tahun 1874 menjabat sebagai perdana menteri pada periode 10 Mei 1940 sampai dengan 26 Juli 1945,
Partai : partai konservatif (sumber : Wikipedia/biografi Wintson churchill)

Di awal masa jabatanya Churchill langsung membuat respon terkait dengan rencana damai dengan nazi, respon tersebut mengagetkan banyak pihak kenapa demikian, karena Churchill menganggap perdamaian dengan Nazi (fasisme) yg diperantarai oleh Italia (fasisme) sama saja meminta belas kasihan dari mereka (Fasisme), ditambah lagi didapati kabar telah jatuhnya Belgia ke tangan Nazi Jerman,
bahkan Churchill membuat kebijakan yg sangat terkesan nyeleneh dengan terus melakukan perlawanan terhadap Nazi sampai titik darah penghabisan, bagi Churchill kebijakan ini perlu dilakukan karena dalam peperangan kalau tidak melawan berarti kalah, dan ini sekaligus strateginya untuk memancing Nazi masuk kedalam perangkap.(Red)

JELAJAHI