Kunjungan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI Di Ambon

AMBON-GemilangNews.Com

Catatan akhir. “Merajut Perdamaian Sang Menteri Susi di Negeri Para Raja”

“Upaya Konservasi SDI, Promosi Wisata & Misi Perdamaian”

Ada cerita yang tersisa dari kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI ibu Susi Pudjiastuti 15-18 Desember kemarin, diantara semangat konservasi, promosi wisata dan misi perdamaian ke bumi raja-raja Maluku .

Tiga aspek yang strategis yang kiranya menjadi harapan dan masa depan baru untuk membangun Maluku sebagai daerah yang berkarakteristik Kepulauan dengan 1.340 pulau dan luas laut mencapai 92,4% dan daratan hanya 7,6% serta berada pada 3 Wilayah Pengelolaan Perikanan Nasional (WPP) yaitu Laut Banda, Laut Seram dan Arafura menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah yang kaya akan potensi sumberdaya kelautan dan perikanannya serta tujuan wisata bahari.

Kegiatan yang dilakukan pekan kemarin, Menteri Kelautan dan Perikanan meresmikan kebun Kima (Tridacna) di Desa Morella, Kecamatan Lehitu, Kabupaten Maluku Tengah dan Salahutu Adventure Aquathlon 2016 yang diselenggarakan oleh Kodam XVI/Pattimura.

Moment penting yang kiranya patut terus digalakan dan dilestarikan untuk agenda tahunan daerah sebagai upaya konservasi sumberdaya ikan yang berkelanjutan, promosi wisata bahari dan olahraga serta nilai-nilai perdamaian antar negeri.

Kehadiran Menteri Susi ini adalah salah satu bentuk keseriusan, dukungan dan apresiasi terhadap pembangunan Maluku dari laut dengan mencerminkan semangat orang bersaudara.

Provinsi yang pernah mengalami konflik sosial ini maka pola pendekatan dalam pembangunan pastinya berbeda dengan daerah lainnya, pola pendekatan keamanan berbasis kesejahteraan dengan mengedepankan gugus pulau dan laut pulau.

Membangun Maluku dari pesisir , memanfaatkan potensi dan budaya lokal negeri sebagai kekuatan perekonomian daerah dan bangsa.

Konservasi Kima (giant clams) merupakan salah satu hewan laut yang dilindungi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pada tahun 1987 pemerintah Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No 12/Kpts/II/1987 yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 memasukkan ketujuh jenis kima yang hidup di Indonesia menjadi hewan yang dilindungi.

Eksploitasi yang berlebihan menjadi alasan utama yang menyebabkan kima saat ini berada diambang batas kepunahan. Dengan ancaman kepunahan ini, maka kehidupan ekosistem dilautan pun dalam ancaman kehancuran.

Kima adalah pembersih air laut. Dari sistim filter yang dimilikinya, maka setiap 1 ekor kima mampu membersihkan berton-ton air laut setiap hari sehingga air laut menjadi bersih dan sehat. Dari hasil pemfilterannya tersebut kemudian menjadi penolong utama untuk pertumbuhan biota laut utamanya terumbu karang dan ikan.

Jumat, 16 Desember 2016 Sebuah lahan konservasi kima di Teluk Tihlepuai Negeri Morella kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah menjadi Sorotan Publik dimana dilakukan peresmian kebun Kima yang dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI ibu Susi Pudjiastuti yang didampingi Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo, Sekertaris Daerah Maluku dan pejabat daerah serta KKP Lainnya.

Dengan adanya taman laut konservasi kima tersebut kiranya laut akan bersih dan ikan—ikan semakin banyak serta sebagai upaya pelestarian sumberdaya ikan secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, menteri Susi mengatakan peresmian Kebun Kima, Negeri Morella ini tidak terlepas dari potensi perairan Morella sebagai habitat dari spesies langka yang dilindungi yakni kima.

Dari tujuh jenis kima dunia, tiga di antaranya ditemukan di perairan ini, yakni kima sisik, kima lubang dan kima raksasa. Kebun Kima di Negeri Morella merupakan upaya nyata penggabungan konservasi jenis ikan dilindungi dengan pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Tujuan pengembangannya adalah untuk pelestarian lingkungan, wisata bahari, stasiun penelitian, dan pengkayaan populasi kima.

Ada hal yang menarik dalam kunjungan ini yakni sebelum menteri susi kunjungi Negeri Morella adalah beliau sempat singgah dan bersilahturahmi dengan Raja dan masyarakat Negeri Mamala.

Sang menteri disambut meriah oleh masyarakat Negeri Mamala serta berdiskusi dengan nelayan mamala.

Untuk kita ketahui bersama bahwa Mamala dan Morella adalah dua negeri bertetangga di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Maluku yang telah mengalami konflik antar warga yang berkepanjangan.

Banyak korban nyawa maupun harta benda. Upaya mendamaikan konflik yang sempat merusak tatanan sosial dan budaya masyarakat itupun dilakukan dan saat ini berganti menjadi sebuah ikatan perdamaian yang melingkari rasa persaudaraan dan kemanusiaan sejati.

Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan kali ini ke Maluku juga membawa misi khusus perdamaian dengan mendatangi dua negeri yaitu negeri Mamala dan negeri Morella guna merajut damai yang diinisiasi Kodam XVI Pattimura dan pemerintah daerah selama ini dilaksanakan agar terus berlanjut .

Harapan Menteri Susi kiranya tidak ada lagi kecemburuan sosial serta konflik antar negeri dengan ciptakan perdamaian yang hakiki, apabila warga bisa menjaga perdamaian maka perekonomian meningkat lewat investasi dan pembangunan negeri .

Pesan-pesan damai yang disampaikan Menteri Susi direspons positif kedua negeri tersebut.

Suasana yang damai pastinya akan menarik para wisatawan baik dari dalam dan luar negeri ke daerah dan berimbas pada naiknya tingkat pendapatan dan perekonomian negeri daripada tenaga dan pikiran tercurah habis untuk berkonflik maka kita sendiri yang akan merugi.

Sesama anak bangsa harus bersatu karena musuh kita, banyak datang dari luar yang ingin mengambil kekayaan alam dan laut Indonesia. Kita harus menjaga kekayaan alam yang merupakan milik bangsa dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Masyarakat Mamala dan Morella kiranya menjadi agen perdamaian dan harus fokus mengelola potensi alamnya baik di darat maupun dilaut.

Menteri Susi dalam kesempatan inipun berjanji akan membantu masyarakat baik alat tangkap ikan, alat diving, pasar ikan, snorkle, jaring dan bantuan sarana perikanan lainnya. Selan itu, secara pribadi menteri Susi berencana membangun air strip dengan ukuran 1000 x 20 meter untuk pesawat kapasitas sktr 12 – 30 penumpang.

Pada lokasi negeri Morella, yang kiranya membuka kawasan perekonomian baru di Jazirah Leihitu, Salahutu dan sekitarnya.

Menteri Susi sangat berharap di wilayah Timur Indonesia dibuka jalur – jalur penerbangan baru untuk memperpendek jarak dan meminimalisir keterisolaian antar daerah yang berakibat tingginya angka kemahalan barang. Misalnya penerbangan Saumlaki-australia ataupun morotai Davao (Philipina).

Dan kiranya bukan hanya Negeri Mamala dan Morella tetapi semua negeri di Maluku diharapkan bersatupadu, maju dan berkembang mengelola potensi kelautan dan perikanannya yang begitu besar tersebut.

Disisi lain, Salahutu Adventure Aquathlon 2016 merupakan kegitan olahraga yang dikemas promosi untuk mengkampayekan ekowisata bahari yang dibuka oleh Menteri Susi pada hari Sabtu 17 Desember 2016.

Menteri Susi begitu menikmati indahnya pesona pantai natsepa yang selama ini terkenal dengan pasir putih dan rujaknya ini, ini terlihat saat sang menteri dengan kano mengitari areal lintasan renang lomba aquathlon dan berenang pada wilayah pesisir Pantai Natsepa.

Kegiatan lomba berskala nasional yang diberi nama ” Salahutu Adventure Aquathlon 2016″, memperebutkan Piala KASAD yang diinisiasi oleh Kodam XVI Pattimura dalam rangkaian memperingati Hari Juang Kartika.

Para peserta aquathlon yang mengikuti lomba terbagi dalam beberapa gelombang. peserta lomba Gel I dan II di lepas langsung oleh menteri Kelautan dan perikanan RI. Ibu Susi Pudjiastuti dan gelombang III dilepas oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaf.

Aquathlon mengambil titik start dari Pantai Natsepa dan finis di Pantai Liang, yang melewati sejumlah negeri, yakni Negeri / Desa Suli, Tial, Tengah-Tengah, Tulehu, Waai dan Liang.

Sebelumnya Kodam XVI Pattimura pun sukses mengadakan lomba Triathlon bertema Nusalaut Adventure 2016 pada Oktober lalu.

Tujuan utama mengadakan lomba triathlon maupun Aquathlon ini adalah untuk menarik minat wisatawan, terutama wisatawan asing untuk melihat bahwa Maluku ini aman dan layak menjadi salah satu destinasi wisata regional dan dunia.

Masyarakat Maluku begitu antusias dan menikmati rangkaian lomba yang dilaksanakan ini dan berharap kegiatan tersebut bisa menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan di daerah.

Masih banyak lokasi ekowisata bahari di Maluku yang bagus untuk dikunjungi seperti Pantai Ora di Maluku Tengah, Pasir panjang di Maluku Tenggara, Valentine bay di Seram bagian barat dan lain-lain.

Potensi perikanan dan pariwisata harus menjadi ikon perekat dan promosi kekayaan dan keindahan Maluku kedepan sebagai upaya menjalin kerukunan, kedamaian dan kesejahteraan yang aman, maju serta bermartabat.

Penulis Amrullah Usemahu, S. Pi (Tim Emas Biru Pattimura)

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

  1. … [Trackback]

    […] Read More Information here to that Topic: gemilangnews.com/2016/12/25/kunjungan-menteri-kelautan-dan-perikanan-ri-di-ambon/ […]

JELAJAHI

error: Content is protected !!