Sidang Dugaan Pencemaran Limbah PT.IBR Hadirkan Saksi Dan Ahli

PURWAKARTA-GemilangNews.Com

Pada sidang keempat,terkait dugaan pencemaran limbah B3  abu batu bara serta adanya pedangkalan pada sungai kalimati yang dulu sebelum tahun 2013 kedalaman nya mencapai tujuh meter tapi kini cerita kali mati tersebut tinggal kenangan,lokasi tempat kali mati berada yakni  di kampung sawah kulon desa cilangkap kecamatan babakan cikao kabupaten purwakarta.”

Pada sidang ke empat ini,pengadilan negeri purwakarta hadirkan Saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Eddy Soentjahyo menyebutkan ada dugaan limbah B3 batu bara terkesan sengaja dibuang ke Kalimati Sungai Citarum dengan melibatkan warga sekitar.

Hal itu dikatakan Eddy dalam sidang lanjutan dugaan kasus pencemaran lingkungan di Kalimati yang airnya mengalir ke Sungai Citarum, di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Purwakarta Kamis (19/5), dengan terdakwa PT Indobharat Rayon (IBR).

“Saat kami meninjau Kalimati, memang ada warga atau petani yang sedang beraktifitas di sawah membawa karung-karung berisi limbah B3 ke Kalimati,” ujar Eddy kepada majelis hakim.

Namun, ia tidak bisa memastikan limbah batu bara itu berasal dari mana. “Bukan tugas saya untuk memastikan hal tersebut,” ujarnya.

Namun, dalam keterangannya, Eddy memastikan bahwa limbah batu bara itu kuat dugaan berasal dari lubang-lubang di tembok pembatas pabrik dan Kalimati. Namun sempat dibantah Manager Umum PT IBR, Edi Suhaedi yang mengatakan lubang-lubang itu dibuat oleh para pencuri batu bara.

“Masalahnya lubang-lubang itu dibuat permanen, ada pipanya ada bekas airnya, dan ada bekas limbah batu bara dengan ukuran kecil yang masih menempel,” ujarnya.

Reporter: WS

 

 

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI