Akibat Banyaknya Kasus Kekerasan Yang Terjadi Terhadap TKI, Keluarga TKI Asal Sukabumi Jadi Harap-Harap Cemas

SUKABUMI-GemilangNews.Com

Kekerasan terhadap Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) asal Sukabumi kembali terjadi,seperti yang dialami Mulyati yang diduga dianiaya majikannya beberapa waktu lalu membuat kekhawatiran bagi keluarga TKI lainnya,seperti keluarga ilah,warga Kp.Cimenteng Rt.24 / 8 Desa Cimahi Kecamatan Cicantayan,Sukabumi,Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun GemilangNews.Com, Ilah Nurlela berangkat menjadi TKI sejak tahun 2014,dan akan ada rencana kepulangan ke tanah air pada bulan Juni 2016 sekarang,ilah mempunyai suami dan 1 orang putri bernama,Rini Apriani ( 14 ) yang sekolah di MTS Alhidayah, Ilah sudah 2 kali berangkat menjadi TKW ,yang pertama di Tabuk Riyadh,dan sekarang di Oman.

Dadan ( 32 ) suami dari Ilah Nurlelah, TKW asal Sukabumi yang sekarang bekerja di Oman,kepada GemilangNews.Com saat ditemui dirumahnya,Sabtu ( 2 / 4 ), mengatakan dirinya berharap-harap cemas dengan banyaknya pemberitaan di Media Elektronik,Online maupun media cetak tentang banyaknya kasus penganiayaan terhadap TKI asal Indonesia,khususnya TKI asal kabupaten Sukabumi ujarnya.

Masih kata Dadan,kurang lebih 1 bulan yang lalu,dirinya bersama sang istri masih ada komunikasi dan untuk waktu sekarang belum ada lagi,akan tetapi dirinya bersama anak dan keluarga sangat berharap,istrinya disana dalam keadaan sehat dan baik – baik saja tuturnya.

Hal senada diungkapkan Ibunda dari ilah,Mak Upu ( 55 ) kepada GemilangNews.Com mengungkapkan rasa khawatir yang luar biasa,sampai – sampai dia tidak kuasa bekerja kesawah,serta dirinya juga sangat berharap,anaknya bisa kembali ke tanah air dan keluarga dalam keadaan sehat wal’afiat dan berkumpul kembali bersama kami, orang tua, anak beserta suaminya pungkasnya.

Reporter : Rizal

CopyAMP code

JELAJAHI