Bupati Purwakarta Menilai Baik Kenaikan Harga Rokok

PURWAKARTA – GemilangNews.Com

Wacana kenaikan harga rokok saat ini tengah menjadi polemik. Pro kontra terhadap wacana tersebut mulai bermunculan dari berbagai pihak, bahkan netizen di lini masa twitter meresponnya dengan tagar #TolakHargaRokok50ribu. Tagar tersebut sempat menduduki trending topic peringkat pertama di lini masa micro blogging itu selama beberapa lama.

Lain netizen lain pula Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ditemui di rumah dinasnya Jl Gandanegara No 25 Purwakarta hari ini Minggu (21/8), pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut mengatakan kenaikan harga rokok dapat berdampak baik terhadap industri tembakau  rumahan.

Ia menilai jika perokok yang berpenghasilan menengah ke bawah tidak mampu membeli rokok hasil produksi pabrik dalam negeri maupun merk impor, maka mereka akan beralih menghisap tembakau hasil produksi rumahan seperti ‘tembakau mole’, ‘tembakau tampang’ tradisional dengan lintingan daun aren atau kertas pahpir.

“Saya kira itu (kenaikan harga rokok) dampaknya bisa positif untuk industri tembakau rumahan. Perokok kelas menengah dan kelas bawah, saya yakin akan beralih menghisap rokok tradisional, yang bisa dilinting pakai ‘daun kawung’ (daun aren) itu, atau kertas pahpir seperti orang tua dulu”. Kata Dedi menjelaskan.

Lebih jauh Dedi mengatakan kalau sistemnya dibangun dengan baik, maka tingkat kesejahteraan petani tembakau akan meningkat pesat akibat beralihnya konsumen rokok pabrikan menjadi konsumen rokok tradisional. Selama ini dia berpandangan bahwa pengusaha rokok pabrikan jauh lebih mendapat keuntungan dari industri rokok dibanding petani tembakau.

“Kalau segmennya sudah bergeser, saya yakin petani tembakau akan mendapat keuntungan yang besar. Karena saluran produksi dan distribusi rokok menjadi lebih pendek. Harga rokok tradisional dapat bersaing, petani tembakau juga sejahtera”. Kata Dedi menambahkan.

Sebelumnya, Dedi melalui akun Facebook dan Twitter serta Instagram pribadinya memposting tentang wacana kenaikan harga rokok ini. Melalui ketiga akunnya tersebut, Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda ini mengatakan “Harga Rokok Rp50 ribu, siap-siap bako mole, bako tampang, kertas pahpir kebanjiran pesanan, perokok pun pasti ngahuleng setiap malam”. Postingan tersebut mendapatkan respon pro dan kontra dari para followersnya.

Reporter: W.S/One

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI