Parade Bedug Sebanyak 999,Siap Ramaikan Purwakarta Dimalam Takbiran

PURWAKARTA-GemilangNews.Com

Beberapa Kota di Indonesia mengeluarkan peraturan tentang larangan melaksanakan takbir keliling. Diantaranya Ibu Kota Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan Madura. Tetapi pelarangan tersebut tidak akan ditemukan di Kabupaten yang memiliki luas terkecil kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Pangandaran yakni Purwakarta. Kabupaten yang direkomendasikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sebagai Kabupaten paling toleran di Indonesia ini memilih jalan tengah untuk mengakomodir kepentingan masyarakatnya yakni Takbir Keliling dengan partisipasi kawalan langsung dari Pemerintah Daerah.

Sebanyak 999 bedug yang berasal dari berbagai mesjid dan mushola di Kabupaten Purwakarta telah dikonsolidasikan untuk memeriahkan malam takbiran, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Senin (3/7) mengkonfirmasi hal tersebut saat ditemui di Rumah Dinasnya di Jl Gandanegara No 25 oleh Humas Pemerintah Kabupaten Purwakarta. “Malam takbiran di Purwakarta akan ramai, 999 bedug sudah siap untuk ditabuh menyambut 1 Syawal 1437 Hijriyah”. Ujar Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Saat disinggung tentang potensi pelanggaran ketertiban umum, Bupati yang kerap menerima kritikan pedas dari salah satu ormas radikal ini mengatakan bahwa justru dengan ketiadaan peran negara dalam perayaan malam takbiranlah yang akan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Ia berujar Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menunjukan ekspresi keberagamaan yang mereka anut. “Kami hanya berusaha menyediakan ruang. Kalau tidak diatur malah nanti akan repot. Masyarakat akan seenaknya membawa bedug mereka keliling kota. Tapi kalau kita buat parade, tentu akan lebih teratur. Stakeholder pengamanan juga kita siapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”. Jelas Dedi lebih lanjut.

Pernyataan Dedi tersebut diamini oleh Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Masyarakat Dindin Ibrahim. Dia memaparkan bahwa parade bedug setiap malam takbiran sudah menjadi tradisi di Kabupaten Purwakarta dari tahun ke tahun. Jauh-jauh hari dia telah menerima banyak pertanyaan dari para pengurus mesjid tentang teknis pelaksanaan kegiatan ini. “Sudah banyak yang bertanya sejak memasuki minggu terakhir bulan Ramadhan ini, Pak Dindin itu gimana sekarang teknisnya. Rata-rata begitu mereka bertanya”. Kata Dindin menirukan pertanyaan peserta parade bedug ini.

Mengenai rute parade itu sendiri, Dindin mengaku masih menunggu arahan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Tetapi menurut dia jika berkaca pada kegiatan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya terdapat beberapa titik kumpul yang bisa dijadikan alternatif. “Kalau yang sudah-sudah, peserta bisa kumpul di Lapang Sahate dekat Gedung Kembar memenuhi ruas Jl KK Singawinata, pernah juga titik kumpulnya di Mesjid Agung Baing Yusuf. Dari sana mereka mengarak sambil memukul bedug dengan lantunan takbir khas Idul Fitri menuju Jalan Protokol di Purwakarta. Kami masih menunggu arahan Pak Bupati”. Kata Dindin menambahkan.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Perhubungan Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Asep Supriatna mengatakan Parade Bedug merupakan salah satu event yang dapat menjadi alternatif tontotan para wisatawan baik dalam maupun luar kota. Bedug sendiri menurut Asep sudah menjadi salah satu Ikon Kabupaten Purwakarta selain Sate Maranggi dan Taman Sri Baduga. “Kita pernah memecahkan rekor MURI untuk Parade Bedug terbanyak, Ini bentuk tradisi yang sudah menjadi identitas. Kalau sudah menjadi identitas kan bisa menarik wisatawan untuk datang. Apalagi momentumnya Hari Raya Idul Fitri, warga Purwakarta yang merantau ke luar daerah pasti sudah pulang mudik ke sini”. Pungkas Asep.

Reporter: W.S

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

  1. … [Trackback]

    […] Info to that Topic: gemilangnews.com/2016/07/04/parade-bedug-sebanyak-999siap-ramaikan-purwakarta-dimalam-takbiran/ […]

JELAJAHI

error: Content is protected !!