Ada Apa Dengan Sekber Dan ULP Kota Bogor

BOGOR-GemilangNews. Com

Tepat pada Tanggal 23 Juni 2016 di kantor ULP Kota Bogor yang bertempat di lantai 4 Balai Kota Bogor puluhan orang yang tergabung dalam beberapa ormas mendatangi kantor ULP kota Bogor,kedatangan ormas-ormas tersebut tidak jelas untuk apa tujuannya mereka mendatangi kantor ULP kota Bogor,namun di sela-sela keberadaan mereka di kantor ULP lantai 4 Balai Kota Bogor ada salah satu perusahaan yang di jaga tidak boleh masuk ke dalam ULP Kota Bogor,PT Adhi Karya yang mengirimkan 3 orang perwakilannya untuk pembuktian kwalifikasi,namun sangat di sayangkan perwakilan dari PT Adhi Karya tidak di perbolehkan untuk masuk ke Kantor ULP. Sempat terjadi kericuhan di kantor ULP karna menurut laporan yg di terima oleh walikota Bogor bahwa ada penghadangan yang di lakukan oleh beberapa ormas. Aparat kepolisian sempat naik ke kantor ULP untuk membubarkan kelompok ormas dan LSM yang memang dengan sengaja menghalangi utusan dari PT Adhi Karya untuk menyerahkan berkas ke ULP untuk Proyek pembangunan RSUD Kota Bogor menjadi 3 lantai dengan nilai Hps 64 M. IMG-20160624-WA0007

Suasana ketegangan terasa sesaat setelah Kapolsek Bogor Tengah mengamankan kantor ULP dari sekumpulan Ormas dan LSM yang memang melakukan penghadangan kepada PT Adhi Karya,di katakan oleh AKBP Gayo,selaku Kapolsek Bogor Tengah bahwa pihak Polsek Bogor Tengah hanya menerima laporan dari salah satu utusan dari PT Adhi Karya serta di minta oleh Walikota Bogor untuk mengamankan kantor ULP dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Sementara itu ketua Sekber Kota Bogor,Anndre mengatakan bahwa pihak sekber tidak mengetahui bahwa adanya penghadangan kepada PT Adhi Karya saat akan menyerahkan berkas ke kantor ULP,pada saat melakukan mediasi dengan PT Adhi Karya,Anndre sempat mengatakan kepada Pihak PT Adhi Karya bahwa pihak sekber menginginkan semua proyek yang ada di kota Bogor semestinya di kerjakan oleh putra daerah,dan dengan kata lain sekber menginginkan pengusaha dari luar Bogor tidak boleh mengerjakan proyek atau tender yang ada di kota Bogor.

“Alangkah baiknya jika proyek di kota Bogor di kelola oleh orang Bogor karna APBD kota Bogor itu kecil,ormas juga butuh makan,saya tidak menyalahkan ormas jika terjadi seperti tadi” ujar Anndre.

Masih menurut Anndre bahwa pihak Sekber sudah berusaha untuk sonding ke WaliKota serta DPRD terkait keinginan dari para pengusaha Bogor agar di buatkan PERDA untuk pengadaan barang dan jasa di kota Bogor agar di kelola oleh pengusaha Bogor. IMG-20160624-WA0006

Sementara 3 pengusaha Bogor Beniqno Agrobie,Rizki Agrobie,serta Muamar Toriq dengan bebasnya melenggang masuk ke kantor ULP tanpa ada penghadangan dari Ormas yang berada di Kantor ULP,di sini terkesan ada penekanan dari pihak-pihak yg berkepentingan terkait proses lelang pembangunan Gedung 3 lantai RSUD kota Bogor yang menelan anggaran  64 M,Ada apa dengan ULP dan Sekber Kota Bogor?? (Team)

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI