Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Terjadi Di Desa Lengkong Kab Sukabumi

Sukabumi-GemilangNews.com

Sudah hampir satu bulan masyarakat mengeluhkan tentang kelangkaan gas elpiji yang disubsidi pemertintah ini, selain masyarakat sulit untuk mendapatkan jenis gas elpiji 3 kg di tambah harganya semakin tinggi, selain itu banyak juga ditemukan lempengan logam besi di gagang tabung gas tersebut.

Yayah (57) salah satu pembeli gas elpiji 3 kg mengatakan kepada GemilangNews.com, dirinya sangat kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg di tempat tinggalnya, kalau adapun harganya sediri semakin naik, dirinya pun mengeluhkan isi tabung tidak sesuai dengan ukuran,karna banyak oknum-oknum penjual yang bermain curang.

Hal serupa disampaikan Een (60) penjual warung gado-godo yang bisa mangkal berjualan didepan rumahnya di desa Lengkong Kec Lengkong Kab Sukabumi mengatakan, Dengan banyaknya tempelan besi di gagang tabung gas elpiji 3 kg, dirinya merasa sangat dirugikan,biasanya dia menggunakan satu tabung gas elpiji ukuran 3 kg cukup untuk dua minggu tapi sekarang setelah tabung gas tersebut ada tempelan besi di gagangnya, satu isi tabung gas tersebut hanya cukup buat satu minggu saja, malah bisa saja kurang dari satu minggu gas yang ia gunakan sudah habis, “Awalnya saya sendiri merasa heran, kenapa isi gas di dalam tabungnya bisa cepat habis padahal biasanya tidak seperti itu, saya menggunakan tabung gas elpiji itu dari semenjak pemerintah menggantikan bahan bakar dari minyak ke gas, akhirnya setelah saya periksa ternyata saya menemukan banyak lempengan logam besi di gagang tabung gas elpiji yang saya beli”,ujarnya

Away (50) salah seorang penjual tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang ditemui GemilangNews.com di tempat jualannya mengatakan, “Dirinya tidak tau bahwa tabung gas elpiji tersebut banyak tempelan lempengan logam besi di gagang tabungnya tersebut, dirinya mengaku baru tau setelah pihak GemilangNews.com mengkonfirmasi tentang banyaknya keluhan tentang tempelan logam besi di tabung yang ia jual”,ujarnya

Away juga menambahkan, “Kalau kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg itu memang sudah ada sekitar tiga minggu ini, saya sendiri tidak tau apa penyebabnya, biasanya seminggu sekali pihak distributor selalu melakukan pengiriman ketempat saya, kalau untuk harga jualnya sendiri saya patok di harga 23.000 pertabung untuk ukuran gas elpiji 3 kg,ungkapnya.

Saat di temui team GemilangNews.com di ruangan kerjanya Kapolsek Lengkong merespon informasi mengenai banyaknya keluhan dari Masyarakat terkait dengan banyak ditemukan lempengan logam besi di tabung gas elpiji ukuran 3 kg, Kapolsek Lengkong pun menelusuri informasi yang menjadi keluhan masyarakat tersebut.

Kapolsek Lengkong AKP Kuswandar., SH
Kapolsek Lengkong AKP Kuswandar., SH

Kapolsek Lengkong AKP Kuswandar., SH mengatakan, ” Setelah kami mendapatkan informasi yang menjadi keluhan masyarakat, Kami langsung terjun kelapangan untuk mencari tau sekaligus melakukan pengecekan disalah satu warung penjual gas elpiji dan hasilnya sangat mengejutkan kami menemukan banyak lempengan logam yang menempel di tabung gas elpiji ukuran 3 kg, akhirnya kami langsung melakukan penimbangan ditempat. Untuk tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang kami timbang dalam keadaan kosong baik yang ada tempelan logam besi maupun yang tidak, hasilnya masih tetap sama yaitu 5 kg, tapi kalau untuk tabung gas elpiji yang sudah ada isi gasnya, berat timbangannya 7700 gram atau kurang sekitar 300 gram dari ukuran standar yang sudah ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, Kuswandar menambahkan, “Untuk langkah selanjutnya kami dari pihak Mapolsek Lengkong akan melakukan penyelidikan dan saya sendiri akan terjun langsung ke lapangan untuk mendatangi pihak agen gas elpiji  maupun pihak distributornya”,tutupnya.

Reporter: ALI

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI