BANGUNAN TEMBOK PENAHAN TANAH AMBROL,PULUHAN BANGUNAN RUKO PUN IKUT TERANCAM

SUKABUMI – GemilangNews.Com

Bangunan tembok turap penyangga  setinggi 22 meter dan lebar sepanjang 25 meter di daerah aliran sungai leuwi panjang Cibadak Sukabumi mengalami longsor, dan mengancam beberapa bangunan Ruko lainnya yang berada disepanjang Jln .Raya Siliwangi tepatnya didepan kantor Kecamatan Cibadak ,Sukabumi,Jawa barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun GemilangNews.Com Komplek pertokoan yang berlokasi di Jalan Siliwangi Cibadak, Kelurahan/Kecamatan Cibadak ini termasuk salah satu komplek pertokoan yang diduga berdiri dan dibangun di garis sempadan Daerah Aliran Sungai (DAS) Leuwi Panjang yang termasuk dalam kategori daerah rawan longsor dan diduga melanggar rekomendasi ijin dari kecamatan cibadak tentang peruntukannya.

Jahat Sudrajat,Ketua Rw.15 kepada GemilangNews.Com mengatakan bahwa  dengan adanya longsor di wilayah Rt.01/17 Kelurahan Cibadak,tepatnya di belakang ruko – ruko setinggi 22 meter dan lebar 25 meter,sangat mengkhawatirkan warga yang berada di wilayah Rw 15 khususnya warga Rt 05,pasalnya material longsor tersebut hampir menutupi jalan aliran sungai,sehingga ketinggian diameter air sungai naik hingga lima meter dari biasanya. photogrid_1479048856403

” Dengan kejadian musibah longsor yang menyumbat aliran sungai leuwi panjang,warga kami sangat khawatir dikarenakan debit air menjadi naik apalagi kalau ditambah hujan deras yang terus turun,kami takut air bisa sampai kerumah kami dan menyebabkan banjir” Ujarnya.

Sementara itu,saat ditemui dilokasi longsor, Sekmat Kecamatan Cibadak.H.Royani.S Ip ,menjelaskan bahwa kejadian longsor terjadi sekitar pukul 01:30 Wib Kamis,(10/10). Di akibatkan hujan deras yang mengguyur Sukabumi akhir-akhir ini dan menyebabkan longsor dan ambrolnya bangunan turap dan TPT tersebut.

” Bongkahan material  turap penahan tebing komplek pertokoan yang longsor langsung menyumbat aliran sungai,imbasnya debit air sungai naik dan warga di Rt.05 / 15 menjadi sangat khawatir dan takut akan adanya banjir,dikarenakan air sungai terhambat alirannya” Jelasnya.

Untuk itu,masih kata Sekmat,puluhan rumah warga yang berada disebrang lokasi bencana lonsor tepatnya di Kampung Pojok  juga ketakutan terjadi bencana banjir jika material tanah longsoran tersebut tidak segera dievakuasi,lalu dirinya menghimbau kepada pekerja bangunan ruko yang dibantu oleh warga untuk bergotong royong agar secepatnya mengevakuasi material bangunan yang menutup aliran sungai tersebut,” tuturnya

Hal senada diungkapkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibadak,Aiptu Ujang Supardi,bahwa untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan,dikhawatirkan banyak masyarakat yang ingin melihat,maka pihak Kepolisian akan memberikan Police Line,agar masyarakat tidak terlalu dekat melihat lokasi longsor tersebut.

” Karena kondisi tanah yang labil dan khawatir masyarakat banyak yang ingin melihat, maka lokasi longsoran tersebut akan kami pasang Police Line,” Pungkasnya.

Reporter : Rizal

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI