PUBLIKASI KINERJA BADAN PERTAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN (BKP5K) KABUPATEN BOGOR

image001-305x276“AKSELERASI KESINAMBUNGAN KETERSEDIAAN PROTEIN HEWANI ASAL TERNAK,OPTIMALKAN PERAN PENYULUH PETERNAKAN SWADAYA (PPS)SEBAGAI AGEN DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI PETERNAKAN APLIKATIF TERKINI “ image004-1

drh. H. Soetrisno, MM

Kepala BKP5K Kab.Bogor

Untuk meningkatkan produktivitas ternak salah satu faktor penting yang harus di perhatikan adalah penyediaan pakan hijauan sepanjang tahun baik kualitas dan kuantitas yang cukup agar pemenuhan kebutuhan zat-zat makanan ternak untuk mempertahankan kelestarian hidup dan keutuhan alat tubuh ternak ( kebutuhan hidup pokok ) dan tujuan produksi ( kebutuhan produksi ) dapat berkesinambungan. Hijauan makanan ternak merupakan bahan pakan utama bagi kehidupan ternak serta merupakan dasar dalam usaha pengembangan peternakan terutama untuk ternak ruminansia seperti sapi, kambing, kerbau, dan domba.

Kualitas dan kuantitas pakan adalah salah satu factor sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha peternakan,teknologi yang paling baik untuk mengatasi problematika diatas adalah dengan menggunakan teknologi silase, Teknologi silase memungkinkan untuk megolah bahan pakan hijauan tidak sekedar awet tetapi dapat meningkatkan kecernaan dari bahan pakan yang pada umumnya mengandung serat kasar yang tinggi.  img-20161020-wa0038

BKP5K dalam kegiatan Bimtek Akselerasi Kesinambungan Ketersediaan Protein Hewani Asal Ternak, Optimalkan Peran Penyuluhan Peternakan Swadaya ( PPS ) Sebagai Agen Diseminasi Inovasi Teknologi Peternakan Aplikatif Terkini” menjelaskan cara membuat Silase dari rumput dan tebon jagung yaitu dengan menggunakan hijauan yang diawetkan dengan cara kandungan air dalam bahan lebih baik berada pada kisaran (60-70%). Keunggulan teknologi pengawetan pakan yang dibuat silase adalah :

Merupakan awetan segar hijauan pakan setelah mengalami proses ensilase (fermentasi) oleh bakteri asam laktat dalam suasana asam dan anaerob (proses tanpa udara/oksigen).

Untuk memacu terbentuknya suasana asam dapat di tambahkan aditif berupa bahan karbohidrat mudah di cerna.

Misalnya tetes/molasses, dedak, onggok, jagung dan lain-lain.

Dapat ditambahkan enzim atau mikroba, bakteri asam laktat sebagai starter.

Persiapan Dasar untuk Mendapatkan Kualitas Silase yang Baik adalah:

1. Bahan yang berukuran besar atau kakh dilakukan pencacahan/pemotongan.

2. Udara dalam silo diminimalkan. Fermentasi silase adalah fermentasi bakteri asam laktat dalam kondisi anaerob, oleh karena itu pengisian bahan dilakukan dalam waktu yang singkat dan segera di tutup dengan baik.

3. Kandungan air dalam bahan lebih baik berada pada kisaran 60-70 %

4. Kandungan gula dalam bahan cukup. Kandungan gula yang larut dalam air pada bahan kering lebih dari 12% dan 3% pada bahan segar. Jika kandungan gula tidak cukup tersedia dalam bahan, maka perlu ditambahkan gula/sumber karbohidrat (tetes, dedak, tepung jagung dll) img-20161020-wa0041

5. Penyimpanan harus berada pada suhu ruang. Jangan terkena panas matahari langsung atau hujan.

6. Pemadatan atau tekanan perlu di lakukan untuk meningkatkan isi silase.

Silase adalah hijauan makanan ternak ataupun limbah pertanian yang diawetkan dalam keadaan segar ( dengan kandungan air 60-70 % ) melalui proses fermentasi dalam silo.

Di dalam silo tersebut akan terjadi beberapa tahap proses anaerob ( proses tanpa udara / oksigen ), dimana “ bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terdapat pada bahan baku, sehingga terjadilah proses fermentasi.

Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat di simpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya.

Pengolahan dan pengawetan bahan pakan dapat dilakukan dengan cara fisik atau mekanik, kimiawi, biologis dan kobinasinya. Perlakuan secara fisik/Mekanik dapat dilakukan dengan cara mencacah atau pemotongan, pengeringan,  pemanasan, dan tekanan tinggi (steam/high pressure),Perlakuan secara kimiawi dilakukan dengan cara menanbahkan bahan kimia seperti amoiasi. Amoniasi merupakan  salah satu perlakuan bahan pakan secara kimiawi yang   bersifat alkalis sehingga dapat melarutkan hemiselulosa dan memutuskan ikatan atara lignin dan selulosa atau hemiselulosa, Dan perlakuan secara biologis dapat dilakukan melalui proses fermentasi dengan penambahan mikroorganisme atau imbuhan yang memacu pertumbuhan mikroorganisme tertentu.

Penyediaan hijauan sepanjang tahun dengan teknik yang sederhana dan murah dapat terlaksana tergantung kepada kemampuan dan kemauan dari setiap peternak dalam pemeliharaan ternaknya.

Ada beberapa teknologi pengawetan hijauan makanan ternak yang umum di lakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

HAY

Hay adalah tanaman hijauan yang di awetkan dengan cara di keringkan dibawah sinar matahari kemudian di simpan dalam bentuk kering dengan kadar air <15% warna tetap hijau dan berbau enak.

Prinsip pembuatan hay adalah menurunkan kadar air hijauan secara bertahap tetapi berlangsung secara cepat. Tujuan menurunkan kadar air adalah agar sel-sel hijauan tersebut cepat mati dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Dengan demikian tidak terjadi proses kimia baik berupa respirasi maupun fermentasi yang dapat menghasilkan panas. Sumber Panas yang dipakai berasal dari sinar matahari, dengan demikian proses pengeringan sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca. img-20161020-wa0040

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

  1. … [Trackback]

    […] Read More Information here on that Topic: gemilangnews.com/2016/10/20/publikasi-kinerja-badan-pertahanan-pangan-dan-pelaksana-penyuluhan-pertanian-perikanan-dan-kehutanan-bkp5k-kabupaten-bogor/ […]

  2. … [Trackback]

    […] Here you can find 75692 more Info to that Topic: gemilangnews.com/2016/10/20/publikasi-kinerja-badan-pertahanan-pangan-dan-pelaksana-penyuluhan-pertanian-perikanan-dan-kehutanan-bkp5k-kabupaten-bogor/ […]

JELAJAHI