Jelang Bulan Ramadhan,Sejumlah Pedagang Pasar Naikan Harga

PURWAKARTA-GemilangNews.Com

Sejumlah harga komoditas kebutuhan masyarakat masih stabil sepekan sebelum memasuki bulan puasa tahun ini. Khususnya untuk daging sapi dan ayam potong.

Menurut pantauan portal berita online dari Gemilang News.com bahwa  di sejumlah pasar, diantaranya Pasar Plered, hanya daging ayam potong yang mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan.

Iman (27), salah satu pedagang ayam potong mengatakan, akhir pekan lalu harga ayam sayur (ayam potong) mulai naik rata-rata Rp1000 hingga Rp 5000 per kilogram. Dia memperkirakan kenaikan harga akan terus bertahan hingga jelang bulan Ramadhan nanti.

“Sebelum mengalami kenaikan, pedagang disini biasa menjual ayam potong dengan harga Rp27.000 perkilogram. Namun sekarang jadi Rp 32 ribu,” ujar Iman di Pasar Plered, sabtu (28/5).

Khusus untuk ayam potong kenaikannya secara perlahan. Puncak kenaikan diprediksi mendekati awal bulan puasa. Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Beberapa hari mau puasa bisa lebih. Tahun kemarin kami menjual hingga Rp 42 ribu perkilogram,” ujarnya.

Penjual grosir sekaligus eceran ini menjelaskan, biasanya kenaikan harga dipicu daya konsumsi masyarakat yang meningkat.  Sedangkan pasokan daging ayam sendiri mulai kurang.

Adapun untuk harga daging sapi, terpantau masih belum mengalami kenaikan terlalu signifikan. Seperti dikatakan Supri (30), masih pedagang di pasar itu.

“Sekarang rata-rata menjual daging sapi Rp 110 ribu sejak awal tahun untuk sapi impor. Untuk sapi lokal seharga Rp 120 ribu,” ujarnya.

Di kawasan perkotaan juga sama. Harga daging sapi impor dipatok seharga Rp 110 ribu/kg. Seperti yang berlaku di Pasar Rebo, Purwakarta kota.

“Harga masih stabil di Rp 110 ribu sejak awal tahun. Untuk sapi lokal sama juga, ada juga yang Rp 120 ribu,” ujar Farid (55), pedagang sapi di Pasar Rebo.

Meski begitu, saat ini pembeli daging sapi dari kalanganan rumahan masih sepi. Saat ini, daging sapi diburu oleh pelaku UMKM, seperti penjual sate maranggi hingga pedagang bakso.

Reporter: W.S

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI