Bupati Purwakarta Perintahkan Badan Kepegawaian Daerah Agar RS Cepat Diperiksa

PURWAKARTA-GemilangNews.Com

Belum lama ini,dinas pendidikan pemuda dan Olahraga ( DISDIKPORA ) dikejutkan dengan isu tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh salah satu pejabat di lingkungan dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga berinisial RS

Seperti diberitakan sebelumnya RS digrebeg Istri sahnya bersama warga diperumahan Cluster Graha Masela dijalan baru purwakarta.

Dalam penggrebegan tersebut terduga pelaku yang merupakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan Kecamatan Purwakarta kedapatan sedang berduaan bersama seorang Guru honorer disalah satu Sekolah Dasar berinisial NK di Cluster yang terletak di Kawasan Maracang Babakan Cikao tersebut.

Menanggapi isu yang terus bergulir, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi  Hari ini Kamis (19/5) memerintahkan jajaran Badan Kepegawaian Daerah agar segera memeriksa RS. Bupati yang dikenal dekat dengan kalangan birokrat ini mengatakan banyak aspek yang harus dikaji terlebih dahulu sebelum mengarah kepada putusan status kepegawaian RS. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Kehormatan Pegawai yang terdiri dari unsur Badan Kepegawaian Daerah dan unsur Inspektorat. “Ini sudah ada sistemnya biarkan saja berjalan menurut koridor yang berlaku. Salah akan tetap salah. Pun benar akan tetap benar”. Kata Dedi diplomatis.

Dedi mengaku sudah memberi arahan kepada Dewan Kehormatan Pegawai agar memperhatikan dua aspek penting dalam kasus ini. Sebagai lulusan Fakultas Hukum dia mengaku mampu menganalisa kasus ini secara objektif. Dua aspek penting yang dimaksud oleh Dedi itu adalah aspek hukum dan aspek etika. Secara etika Dedi menilai RS sudah melakukan pelanggaran sehingga mulai hari ini RS dipindahtugaskan ke Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM sebagai bentuk punishment pelanggaran etika tersebut. “Hari ini RS kami pindahtugaskan”. Kata Dedi dalam keterangannya.

Aspek yang kedua menurut Dedi merupakan aspek pokok yakni aspek hukum. Disinilah menurut dia pentingnya para pihak (RS dan Istri sahnya.Red) untuk mengajukan bukti konkret atas kasus ini. Dedi menilai sudah tidak perlu lagi bahasa emosional terlontar dari para pihak yang berseteru. “Agar duduk persoalannya jelas maka semua pihak harus menahan diri. Baiknya beradu bukti jangan beradu argumentasi apalagi di media sudah gaduh sekali rasanya”. Keluh Dedi dihadapan awak media.

Dedi secara khusus mendorong Badan Kehormatan Pegawai agar segera menyelesaikan tugasnya dalam waktu dekat. Ia ingin segera mengetahui kebenaran isu ini untuk mengambil tindakan sesuai rekomendasi Badan tersebut. “Jadi saya harus bertindak berdasarkan aturan yang berlaku, bukan atas dasar pemberitaan media. Meskipun RS dan Istrinya sahnya kan sudah bicara di media. Istrinya keukeuh tapi RS menyangkal. Jadi saya harus mengetahui kebenarannya dulu”. Kata Dedi.

Reporter: WS

 

 

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI