Warga Keluhkan Asap Pembakaran Penambangan Kapur

BOGOR-GemilangNews.Com

Keluhan warga Ciampea, terhadap penambangan kapur di Gunung Kapur Ciampea, ditanggapi serius Camat Ciampea, Djuanda Dimansyah. Camat mengaku masih mencari cara menutup pertambangan secara menyeluruh.

“Kami sudah berupaya menghentikan pembakaran kapur ini, karena pembakaran menggunakan ban menimbulkan polusi sangat membahayakan. Beberapa waktu lalu, para penambang sudah membuat pernyataan. Isinya tidak akan membakar dengan ban,” terangnya seperti dilansir Rabu (27/4/2016).

Camat menegaskan, penambangan kapur ini ilegal karena tidak memiliki izin. “Penambangan ini ilegal. Secara bertahap, kami sudah pernah menyegel beberapa tungku pembakaran. Bisa saja ditutup keseluruhan, tapi harus ada solusinya dahulu,” paparnya.

Saat pertambangan ditutup, maka harus ada pekerjaan pengganti bagi para pekerja. Pasalnya, warga sekitar mendominasi pekerja di penambangan. “Di sana ada 750 pekerja dari Cibadak, Bojongrangkas, Ciampea, dan Benteng,” tuturnya.

Makanya, jika penambangan ini ditutup, maka harus ada solusi bagaimana mengganti pekerjaan, karena mereka merupakan warga setempat. Terkait rencana masyarakat yang akan demo penambangan, Camat mempersilahkan warga melakukannya.

“Aspirasi masyarakat silahkan saja, suasana akan kondusif ketika mereka sudah dicarikan solusi. Kalau sudah bertumpahan darah siapa yang mau bertanggung jawab? Kita sudah bekerja sama dengan Disnaker untuk pengusulan masalah ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Benteng, Faka Harika mengatakan, akibat pembakaran kapur, ada tiga wilayah terkena dampaknya, yaitu RW 01, 03 dan 06 di Kampung Gedongsawah dan Gedongtemi.

“Warga sering mengeluhkan asap akibat aktivitas pembakaran kapur,” katanya. Ia menjelaskan, aktivitas pembakaran kapur di Desa Ciampea sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, pencemaran baru dirasakan empat tahun terakhir sejak pengolah batu kapur mengganti bahan bakar.

“Kalau dulu menggunakan kayu atau serbuk gergaji, asapnya tidak separah sekarang. Kini, penambang sudah mengganti bahan bakar dengan ban mobil bekas. Asapnya pekat dan bau,” keluhnya.

Menurutnya, kini aparatur desa bersama puskesmas setempat sedang mendata warga yang terpapar asap pembakaran kapur. “Yang mengeluhkan sakit pernafasan itu banyak. Jumlahnya masih kami data,” katanya.

Faka menuturkan, permasalahan ini sudah beberapa kali dibahas di Kantor Kecamatan Ciampea dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun, belum ada kelanjutannya dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor.

Reporter: Haidy

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

  1. … [Trackback]

    […] Find More Information here to that Topic: gemilangnews.com/2016/04/27/warga-keluhkan-asap-pembakaran-penambangan-kapur/ […]

JELAJAHI