ANTARA KELUARGA,MENGAJAR DAN NGAMUMULE BUDAYA SUNDA

SUKABUMI-GemilangNews.com

Mengembangkan budaya Sunda agar tetap hidup dan lestari memang tidak mudah,membutuhkan komitmen yang sangat tinggi dan mau bekerja untuk itu,setidaknya komitmen untuk “ngamumule” budaya Sunda itu hari ini sudah dibuktikan oleh seorang Guru Honorer yang juga seorang ibu rumah tangga Neneng Meliyani,S.Pd.

IMG-20160329-WA0001Neneng Meliyani,S.Pd istri dari Yuyus Soleh Ermansyah yang telah dikarunia 3 orang puteri dan 1 orang putera bernama,Siti Maulida Nurjannah,Siti Delisya Septianish,Centryna Tilera Ermayanie,dan Bima Rubiansyah Al – Ayyubi, sejak menjadi guru honorer di TK Kartini Nagrak dari 2003 sampai dengan 2006 dan dilanjutkan di SDN 3 Nagrak dari 2006 sampai dengan sekarang, wanita kelahiran Sukabumi, 13 September 1982 puteri dari pasangan Euis Masripah dan Eman Sulaeman yang juga merupakan penggiat,pelaku dan pencinta seni sunda ini, bertekad untuk memajukan budaya Sunda yang dicintainya melalui berbagai kegiatan seperti pementasan – pementasan pergelaran seni sunda,baik kegiatan diwilayah kabupaten sukabumi bahkan sampai ke Papua,dan menyalurkan serta berbagi ilmu keahlian juga keterampilannya kepada murid – muridnya baik di SDN 3 Nagrak juga di Sanggar Seni Gapura Emas.

IMG-20160329-WA0002Berdasarkan informasi yang dihimpun GemilangNews.Com,Neneng Meliyani,pernah memperkenalkan tari jaipongan kepada para penari tradisi dari 9 negara yg notabene dari masing – masing negara mempunyai ciri khas akan tetapi mereka memilih jaipongan untuk diperdalam dan akhirnya Neneng bersama puluhan orang perwakilan Penari dari 9 negara itu belajar tari jaipongan bersama – sama,banyak piala dan piagam penghargaan yang didapat,diantaranya juara pasanggiri jaipongan tingkat kabupaten sukabumi,pasanggiri dakwah islami remaja tingkat provinsi,pasanggiri dongeng 2008 s / d 2010 tingkat Provinsi dan masih banyak lagi piagam dan piala penghargaan lainnya.

Neneng Meliyani,S.Pd kepada GemilangNews mengatakan bahwa dukungan dari keluarga khususnya suami dan anak – anak itu sangat penting ,ditambah support dari orang tua dan keluarga yang memang pencinta dan penggiat seni sunda juga,untuk itulah dirinya menjadi terbiasa membagi waktu,mana untuk mengajar disekolah,di sanggar seni dan mana waktu untuk keluarga,untuk itulah semua penghargaan itu saya dedikasikan untuk suami bersama anak – anak,karena kalau tidak ada dukungan dari mereka saya tidak bisa seperti sekarang ini,dan saya dedikasikan untuk orang tua saya juga,karena tanpa bimbingan dari mereka jugalah saya bisa selalu mencintai dan mendalami seni sunda,karena kalau bukan dari didikan mereka,saya ini tidak akan menjadi apa-apa ujarnya.

Masih kata Neneng,dirinya Tidak hanya menampilkan dan mengadopsi karya-karya para pelaku seni tradisional yang sedang manggung saat ini, tetapi juga menampilkan sekaligus untuk mengenang karya para tokoh yang pernah membesarkan budaya Sunda, agar karya – karya mereka tidak terlupakan seperti,Nano S, Asep Sunandar Sunarya, Euis Komariah serta Apung SW dan tokoh lainnya adalah jejak sejarah kesenian Sunda. “Ketika mereka masih hidup, apa yang sudah dilakukan terhadap seni dan budaya Sunda tak terbantahkan,dan karya mereka sudah banyak dan begitu dinikmati banyak orang,untuk itulah saya selalu berpegang dengan motto yang didapat dari pelatihan beberapa waktu lalu yaitu ” dengan seni kita harus berkembang untuk berubah dan kita berubah untuk berkembang ” pungkasnya

Reporter: Rizal

CopyAMP code

Reader Interactions

Trackbacks

JELAJAHI