Dwi Subekti Angkat Regulasi Karantina Terhadap Bibit Tebu pada Webinar PFI Seri II

KAB.SERANG-Gemilangnews.com

Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) menyelenggarakan Webinar PFI seri II dengan mengangkat tema Regulasi dan Status Terkini Penyakit Penting Tanaman Perkebunan dan Hortikultura, pada 06 Juli 2020.

Dwi Subekti, Fungsional Teknis Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli Muda pada Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian menjadi salah satu dari lima narasumber pada webinar tersebut mewakili PFI Komda DKI Jakarta. Terkait dengan program pemerintah dalam mencapai swasembada gula, regulasi karantina terhadap importasi bibit tebu diangkat sebagai judul yang dipresentasikan.

“Produksi gula Indonesia saat ini masih belum memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Untuk meningkatkan produksi gula dalam negeri, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mencapai swasembada gula adalah melalui ekstensifikasi dengan cara memperluas lahan produksi tebu” ujar Dwi.

Menurutnya, pembukaan lahan baru untuk perkebunan tebu berkorelasi dengan meningkatnya kebutuhan benih tebu yang bersertifikat dan unggul. Saat ini, penyediaan benih tebu yang bersertifikat dan unggul masih menjadi salah satu kendala dalam peningkatan produksi tebu. Hal ini membuka peluang untuk dilakukannya importasi benih tebu dari luar negeri.

“Importasi benih tebu dari luar negeri berpotensi mengintroduksi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) ke dalam wilayah RI, sehingga perlu ada regulasi yang mengatur importasi benih tebu” pungkasnya.

Materi presentasi yang disampaikan oleh Dwi Subekti dalam Webinar PFI merupakan salah satu bentuk public awareness yang dapat diberikan pada masyarakat luas terhadap peranan Badan Karantina Pertanian sebagai garda terdepan yang menjaga negeri tercinta ini dari masuk dan tersebarnya OPTK ke dalam wilayah RI.

Rekaman live streaming webinar dapat disaksikan pada link https://youtu.be/JSwq4ctnexc.

#LaporKarantina ????????
#KarantinaPertanianUjiStandar

JELAJAHI