Dua Galian Tanah Merah Ilegal Disegel Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor

RUMPIN-GemilangNews.Com

Di tengah pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Bogir rupanya masih ada usaha galian tambang tanah merah yang tetap melakukan aktifitasnya. Hal ini terbukti dari langkah yang diambil Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor yang melakukan penyegelan sekaligus menutup usaha galian tersebut.

Kepada wartawan, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi (Kasi Dalops) Satpol PP Kabupaten Bogor, Hendrik Edmond menuturkan, giat penyegelan dan oenuruoan tersebut dilakukan berdasarkan adanya informasi dari masyarakat. “Ada dua lokasi galian yang kita tutup di Rumpin. Karena menyalahi SOP dan tidak memiliki ijin resmi,” ujar Hendrik Edmon, Senin (21/4/2020).

Ket. Foto :
~ Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan penyegekan dan penutupan terhadap dua usaha galian tanah merah yang berada di Kecamatan Rumpin. Petugas tampak memasang garis batas Pol PP, guna menutup aktifitas galian bodong tersebut.

Dia menambahkan, agendanya pada hari ini, petugas Satpol PP akan melakukan penertiban di 5 lokasi galian baik yang ada di Kecamayan Rumpin dan Kecamatan Cigudeg. Namun karena adanya wabah pandemi, baru dua lokasi di Rumpin yang ditertibkan, salah satunya di Kampung CI, Desa Sukasari. “Tidak ada penyitaan barang apapun, tapi lokasi sudah kami segel dengan memasang segel dan Pol PP Line.” Pungkasnya.

Dikonfirmasi hal ini, Kasi Trantib sekaligus ex-officio Kepala Unit Pol PP Kecamatan Rumpin Suwardi mengaku hal tersebut merupakan kewenangan Satpol PP Kabupaten. Dia menuturkan, sebelumnya pihak Seksi Trantib Kecamatan Rumpin juga telah memberikan teguran dan peringatan kepada pelaku usaha galian tanah merah tersebut. “Hari Senin Minggu lalu kami lakukan teguran dan peringatan. Hari ini sesuai kewenangannya, Mako Pol PP Kabupaten melakukan sidak dan penertiban.” Pungkas pria yang akrab disapa Awang ini. (Red)