Untuk Membantu Korban di Palestina, MER-C Indonesia Kirim Tim Dokter Bedah ke Jalur Gaza

Jakarta, GemilangNews.Com-  Mengingat dimana masih gencarnya agresi militer Israel terhadap Palestina, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia pada hari ini selasa, 18/05/2021 menggelar press conference di Gedung MER-C yang berlokasi di Jl. Kramat Lontar No. J-157 Senen, Jakarta Pusat. 

Dalam keterangan Persnya, Ketua Preaidium MER-C Indonesia, Dr. Sarbini Abdul Mrad menginformasikan kejadian yang terjadi di Palestina. 

“Dalam kesempatan hari ini kami ingin menyampaikan kepada publik, seiring dengan terjadi peristiwa di Palestina hari ini, Dimana sama-sama kita ketahui bahwa korban terus berjatuhan Dikalangan saudara-saudara kita di Gaza Palestina,baik anak-anak,orang dewasa,orang tua dan semua yang berumur.” Ungkapnya saat prescon. 

Menurutnya kejadian tersebut sangat mengenaskan, yang pada akhirnya pihaknya membuat suatu keputusan dengan mengirimkan Tim Bedah ke Jalur Gaza, Palestina. 

“Ini sangat mengenaskan,oleh sebab itu MER-C sebagai Organisasi Kemanusiaan yang terdepan yang bergelut begitu lama di Palestina,pada kesempatan ini kami mengambil sikap dan keputusan bahwa kami akan mengirimkan tim bedah ke jalur Gaza dalam waktu secepatnya yang nanti akan dipimpin oleh Dr.Arif Rahman karena beliau sudah berpengalaman.” Paparnya

Bukan hanya itu saja, dirinya yang mewakili MER-C ini pun juga mengatakan akan mengirimkan obat – obatan serta mengirim beberapa instrumen dokter bedah. 

“Yang kedua kami juga akan mengirimkan obat-obatan dan instrumen bedah,jumlah dokter sekitar lima sampai enam orang dan mereka akan bekerja selama 2 sampai 4 minggu, mereka akan stay di rumah sakit dijalur Gaza.” Urainya. 

Karena menurutnya diketahui pada saat ini kondisi disana kekurangan obat-obatan, alat bedah bahkan rasa kelelahan dikarenakan begitu banyak korban.

“Oleh sebab itu kehadiran dokter Indonesia yang mewakili 250 juta rakyat Indonesia ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Palestina, oleh sebab itu kami mohon dukungan baik do’a, spiritual maupun material kepada dokter-dokter MER-C sehingga nantinya mereka dapat bekerja dengan maksimal disana.” Harapnya. 

Dikatakan oleh Ir. Faried Thalib selaku Presidium MER-C juga menginformasikan kondisi rumah sakit Indonesia yang di bangun dari uang rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 

“Alhamdulillah masih berjalan secara maksimal, namun ada bagian-bagian kecil yang terganggu karena percikan-percikan dari bom.” Ungkapnya. 

Dirinya mengatakan, Informasi dua hari terakhir bomnya itu sudah sangat dekat dari ruma sakit, tapi memang sudah jadi tanda internasional sehingga tidak sampai nyasar ke rumah sakit.

“Sebelum adanya perang kami pre persen untuk melengkapi equipment yang kita jalankan sedang diinstal dan saat ini secara prematur ada beberapa ruangan yang memang belum dimanfaatkan tapi hari ini dimanfaatkan, dimana memang volume pasien yang masuk ke rumah sakit cukup banyak ada 600 pasien perhari dan juga kamar mayatnya terbatas, informasi kemarin sekitar 40 Indonesia, jenazah yang singgah di rumah sakit Indonesia sehingga memang kita masih memerlukan lagi kedepan persiapan-persiapan untuk rumah sakit baik itu obat-obatan, alat kesehatan pendukung yang sifatnya sekali pakai dan juga program-program kita kedepan bekaitan dengan rumah sakit.” Urainya. 

“Kita masih punya lagi program yang mana memang kita masih memerlukan waktu dan biaya yang besar, yang kita hadapi adalah memaksimalkan rumah sakit yang ada, mengoptimalkan para medis dan juga para supportnya, Insya Allah kita akan mengirim para dokter, tim medis dan juga suster yang berpengalaman bedah ortopedi.”pungkasnya.

Diakhir keterangannya dirinya berharap kejadian ini betul-betul membuat kita menjadi tambah bersatu untuk paling tidak segera perperangan ini bisa terselesaikan dengan kemerdekaan bangsa Palestina. 

Penulis : Imam Wahyudi

Editor    : (Redaksi GN) 

JELAJAHI