Mahasiswa dan Aktifis : Jangan Anggap Masyarakat Tidak Mengerti dan Mengawasi Kerja Kontraktor

Rumpin, GemilangNews.Com- Proses kerja dari para kontraktor penyedia jasa dan pelaksana kegiatan proyek infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Rumpin dan sekitarnya, dipastikan akan selalu diawasi oleh kelompok mahasiswa dan aktifis pemerhati sosial dan lingkungan.

Hal ini ditegaskan oleh Ibnu Sakti Mubarok, selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) dan Junaedi Adi Putra, Ketua Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) saat dihubungi media ini. 

“Kami pastikan, demi kepentingan publik, kami akan selalu awasi kegiatan pelaksanaan proyek tender dari APBD Kabupaten Bogor,” cetus Ibnu Sakti Mubarok, Minggu (25/10/2020).

Ibnu sapaannya menegaskan, kontrol sosial dalam proses pembangunan infrastruktur di Rumpin dan sekitarnya, memjadi keharusan karena adanya perbaikan jalan dan jembatan adalah sebuah harapan dan penantian panjang dari tahun ke tahun bagi masyarakat di area wilayah tambang yang selalu rusak. 

Untuk itu, lanjutnya, HMR meminta kepada kontraktor dan penanggung jawab proyek tender infrastruktur agar selalu mengutamakan kualitas mutu bangunan dan tepat waktu. 

“Ingat, jangan menjadikan proyek dengan anggaran besar dari uang rakyat ini hanya sebagai formalitas kerja yang menghabiskan anggaran APBD semata,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, belajar dari beberapa kasus persoalan proyek infrastruktur yang terjadi di Bogor dan beberapa wilayah luar Bogor, banyak sekali hasil akhir pekerjaan bangunan tidak sesuai dengan kualitas mutu, waktu dan anggaran. Ibnu berharap, kontraktor bisa lebih profesional dan memberikan hasil pekerjaan terbaik. 

“Jangan anggap masyarakat tidak mengawasi atau tidak faham tentang pembangunan. Saya minta, para kontraktor ataupun penanggung jawab pembangunan menghindar dari masyarakat untuk sekedar melakukan komunikasi dan konfirmasi progres kerjanya.” Tegas Ibnu. 

Sementara Ketua AGJT, Junaedi Adi Putra menandaskan, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kecamatan Rumpin dan wilayah area tambang dan jalur lintasan angkutan tambang harus sesuai dengan kebutuhan. 

“Maka penting untuk adanya pengawasan sebagai kontrol dalam proses dan progres pembangunannya, baik dari mulai rencana, spesifikasi dan harus sesuai RAB,” cetusnya.

Alumni Universitas Pamulang tahun 2013 ini mengingatkan, agar para kontraktor penyedia jasa proyek infrastruktur bekerja asal – asalan sehingga hasil pembangunan jalan dan jembatan sudah rusak sebelum waktunya. 

“Ingat, anggaran besar dalam proyek tender tersebut, bersumber dari APBD atau uang rakyat. Jadi kami gunakan hak untuk mengawasi tanpa tendensi.” Pungkasnya.

Admin : (Redaksi GN) 

JELAJAHI