Dirut Perumda PPJ Pastikan Pasar Aman Dikunjungi

BOGOR-Gemilangnews.com

Tim Merpati dan Tim Kampanye Masif Covid-19 kembali melakukan sosialisasi dan edukasi. Kali ini mereka mendatangi Pasar Sukasari, Jalan Siliwangi, Kota Bogor, Senin (28/09/2020). 

Mengerahkan empat anggota Duta Muda Kesehatan Kota Bogor dibantu dengan tim internal Perumda Pasar Pakuan Jaya, berkeliling membawa papan bertuliskan cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker lengkap dengan pengeras suara untuk menyampaikan pesan dari rekaman suara Wali Kota Bogor, Bima Arya.

“Terima kasih untuk tim kampanye masif yang membantu Perumda Pasar mengedukasi pedagang,” ujar Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Muzakkir. 

Muzakkir mengatakan, selain dibantu tim kampanye masif Dinas Kesehatan, pihaknya juga mempunyai program internal, yakni setiap dua jam sekali berkeliling mengingatkan pedagang untuk memakai masker. Sebab, para pedagang yang waktunya dihabiskan hampir 12 jam di pasar terkadang masih melepas maskernya, walaupun dilakukan ketika tidak ada pembeli.

“Sebenarnya kami mewajibkan pakai masker, makanya selalu kami ingatkan kalau ada pedagang yang melepas maskernya,” tegasnya.

Ia mengutarakan, sejak awal Covid-19 atau Maret hingga hari ini, Perumda Pasar Pakuan Jaya telah melaksanakan 6.000 rapid test dan 1.000 swab test. Dari jumlah pedagang yang sudah di rapid test dan swab test hanya ada satu pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Dia memastikan hal ini akan terus dipertahankan sampai vaksin ditemukan. Ia pun menegaskan 12 pasar yang dikelola Perumda Pasar Pakuan Jaya aman, sehingga masyarakat tidak perlu takut berbelanja ke pasar. 

“Kami sekarang fokus ke swab test dan ikhtiar keliling dua jam sekali agar pedagang bebas Covid-19,” katanya.

Ketua Duta Muda Kesehatan Kota Bogor, Vindi Krisna Chandra mengatakan, ia dan ketiga anggota tim kampanye masif sudah dua kali melakukan sosialisasi dan edukasi di Pasar Sukasari pada Senin lalu dan Senin hari ini. Menurutnya, kampanye protokol kesehatan di pasar Sukasari tidak terlalu sulit dibandingkan di lokasi lain mengingat pedagang sudah patuh memakai masker dan tidak ada kerumunan pembeli. 

“Petugas kami di kampanye ini fokus pada edukasi tiga poin penting, yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sementara untuk penindakan ada tim khususnya lainnya,” kata Vindi. (Prokompim)

JELAJAHI