Pernyataan Menag Menuai Kontroversi, Klarifikasi Menag: “Itu Tema ASN No Radikal”

Jakarta, GemilangNews.Com- Pernyataan Menteri Agama soal radikalisme masuk ke Masjid melalui anak muda yang Good looking dalam webinar bertajuk “Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara” yang tayang di chanel YouTube Kementerian PAN-RB pada hari Rabu (2/9). Menuai kontroversi sehingga publik mengkritik dan menyoroti Menag sebagai mana di beritakan media online. 

Setelah di konfirmasi Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan melalui pesan singkatnya, Itu acara internal ASN Menpan RB, dengan tema “ASN No Radikal”. Ada beberapa nara sumber yang diundang, termasuk Menag. Menag memberi masukan kewaspadaan terhadap paham radikal, antara lain yang masuk saat rekrutmen, masuk melalui lembaga pendidikan, dan juga masuk melalui kegiatan ibadah di kantor atau di masyarakat,” tulis Fachrul Razi melalui pesan Whatsapp (WA) yang diterima oleh kontributor kami. Minggu (06/09/2020) di jakarta.

Selain itu ia menegaskan pengurusan masjid di instansi pemerintah, untuk mencegah masuknya paham radikal harus dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pengurus Masjid di Instansi pemerintah harus benar-benar dari ASN, bukan dari luar ASN yang berpeluang untuk jalan masuk paham radikal. Jalan masuk paham radikal antara lain juga dari masuknya orang-orang yang berpaham radikal ke Masjid, biasanya dimulai dari orang-orang yang Good Looking, berbahasa Arab baik dan pengetahuan agama cukup,” Tegas Menag.

Menurutnya kewaspadaan harus di tingkatkan di setiap kepengurusan masjid instansi pemerintah, menangkal masuknya orang yang berpaham ajaran radikalisme.

“Setelah diterima di kepengurusan Masjid, mereka mulai menyebarkan ajaran-ajaran radikal, biasanya kemudian membawa masuk juga teman temannya yang berfaham sama. Penggunaan kata-kata masuk melalui orang-orang yang good looking itu mestinya tidak menyinggung siapapun. Seperti misalnya saya katakan bahwa penyusupan ke dunia intelijen dimulai dari memasukkan orang good looking berpengetahuan luas ke jajaran elit tertentu. Saya yakin dengan kata-kata itu tidak ada orang good looking berpengetahuan luas yang tersinggung,” Kata Fachrul Razi

Menteri Agama juga memberi masukan tentang program Penceramah Bersertifikat, yang akan membekali para penceramah tentang wawasan kebangsaan Harapan Menag, program untuk semua agama ini akan dapat menghasilkan penceramah berwawasan luas dan tidak radikal. 

Kontributor DKI Jakarta : (Eky) 

Admin                               : (Redaksi GN) 

JELAJAHI