Ketua DPD Partai Gelora Kota Cilegon Angkat Suara : Calon Pemimpin Kota Baja Tidak Peduli Lingkungan Hidup Dan Tata Ruang

CILEGON.KOTA-Gemilangnews.com

Pilkada serentak tahun 2020 mendekati babak pendaftaran calon, kemeriahan pun begitu terasa dengan ramainya poster dan baliho para bakal calon walikota cilegon yang memenuhi sepanjang Kota Baja. Nampaknya Kursi C1 dan C2 sangat sexy untuk di perebutkan oleh para bakal calon. Hal ini terbukti dengan terciptanya empat pasangan yang terbentuk, baik dari jalur perseorangan maupun dari jalur partai politik.


Jika dari jalur Perseorangan atau independent KPU telah memutuskan pasangan H. Ali Mujahidin dan Lian Mutaqin (MULIA) berhak maju karna memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Sementara itu dari jalur partai politik ada pasangan Hj. Ati Marliati dan H. Sokhidin (PAS) yang di usung oleh Partai golkar, gerindra, Nasdem dan PKB. Pasangan ketiga yaitu H. Helldy Agustian dan H. Sanuji Pentamarta (HAJI) diusung oleh Partai Berkarya dan PKS. Terakhir pasangan H. Iye Iman Rohiman dan H. Awab di usung oleh PAN, PPP dan Demokrat.


Menyikapi banyaknya pasangan calon yang maju di bursa calon walikota dan wakil walikota cilegon, Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kota Cilegon H. Hikmatullah menilai calon yang ada saat ini tidak ada yang perduli terhadap lingkungan Hidup dan Tata ruang Kota cilegon yang semakin hari semakin carut marut. Hal ini terbukti dari tidak ada yang bisa memaparkan mau membawa cilegon kearah yang seperti apa. Hanya sekedar perang jargon, tidak ada yang benar-benar memerhatikan kepentingan rakyat terlebih dimasa sulit seperti ini. Seperti kita ingat kejadian banjir besar di gerem yang mengakibatkan warga terusir dari tanah kelahirannya sendiri belum lagi yang terjadi di Ciwandan dimana daerah ini merupakan pusat industry utama penggerak perekonomian cilegon tapi seolah diabaikan, juga area JLS dan simpang empat PCI yang selalu tergenang setiap ada hujan. Ini bukti kongkret pemerintah kota cilegon tidak perhatian terhadap lingkungan, imbuhnya.


Terkait masalah tata ruang kota yang sangat amburadul seolah tidak tahu mau di bawa kema kota ini kedepan. Minimnya kantong parkir di area pusat kota membuat badan jalan dijadikan area parkir liar yang memperburuk citra kota Cilegon. Masalah – masalah yang sudah di depan mata ini seolah tidak dilihat oleh para calon pemimpin kota ini. Semua hanya sibuk dengan isu – isu normative yang dari tahun ke tahun tidak terselesaikan. Kota Cilegon dengan segala keunggulan sumberdayanya, dengan potensi PDB mencapai 2 Triliun rupiah, tapi tidak mampu mendapat penghargaan Adipura. Adipura salah satunya menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah kota dalam kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan perkotaan, ujar pria yang akrab di sapa Kangaji Hikmat ini.


Pria yang juga menjabat wakil ketua 1 Bandrong Prov. Banten ini menuturkan calon pemimpin kota yang kaya akan potensi harus mampu menangkap dan merealisasikan potensi yang ada untuk kemaslahatan masyarakat, Bukan sekedar perang jargon untuk menarik simpati masyarakat. Masyarakat cilegon sudah jengah dengan perang jargon antar elit di sana. Tapi tidak ada yang berpihak ke masyarakat. Dengan Panjang pantai sekitar 25 KM yang sudah habis dengan industry dan potensi perikanan yang ada harusnya mampu di jadikan salah satu penggerak perekonomian masyarakat, tetapi hal ini apakah pernah dikaji oleh pemerintah sekarang?.
Aspek lingkungan hidup, tata ruang dan kebersihan harusnya mendapat perhatian serius oleh para kandidat jika memang ingin menjadikan cilegon berdaya saing dan kota metropolitan, jika tidak maka Tagline Cilegon Smart City hanya isapan jempol belaka. Tandasnya.

Admin : Imam Fauji/Red GemilangNews.com

JELAJAHI