Masuk Wilayah Zona Merah COVID-19, Pasar Kaget Perum INKOPAD Tajurhalang Tetap Buka Meski Dikeluhkan Warga

TAJURHALANG.BOGOR-GemilangNews.Com

Warga masyarakat di Perumahan Inkopad Desa Sasakpanjang Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor, mengeluhkan dan menyayangkan tetap beroperasinya pasar kaget yang ada di wilayah tersebut.

Menurut keterangan warga, pasar kaget yang berlokasi di RW 5 dan RW 6 Desa Sasakpanjang, masih beroperasi rutin mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Hal ini membuat warga khawatir terhadap potensi penyebaran virus Corona, terlebih Kecamatan Tajurhalang sudah masuk sebagai kawasan zona merah penyebaran Covid-19.

Robby Tuhumuri (47) seorang warga di komplek perumahan tersebut mengatakan, saat ini Pemkab Bogor telah menetapkan pemberlakuan PSBB dan seharusnya sudah ada tindakan lebih nyata dari aparatur daerah untuk penerapan aturan tersebut guna mengurangi potensi penyebaran wabah. “Ini soal upaya menjaga kesehatan dan keselamatan warga. Jika tetap tidak ada respon penertiban, maka saya berdama tim satgas Covid-19 serta teman – teman Pemuda Pancasila yang akan bergerak.” tegas Robby Tuhumuri yang juga Sekjen MPC PP Kabupaten Bogor ini, Minggu (19/4/2020).

Dikonfirmasi hal ini, Junaedi selaku Ketua RW 06 Desa Sasakpanjang mengatakan, pihaknya memang telah menerima banyak keluhan warga terkait beroperasinya pasar kaget tersebut. Ia mengungkapkan, sejak awal informasi adanya penyebaran virus Corona, pihaknya telah melaporkan kepada Pemdes Sasakpanjang terkait aktifitas tersebut. “Bahkan Pemdes Tajurhalang sudah meminta kegiatan pasar kaget tersebut ditutup sementara. Namun para pedagang dan pengelola tetap melakukan aktifitas dengan alasan soal mata pencaharian,” ujarnya.

Ket. Foto :
~ Ditengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masiknya wilayah Kecamatan Tajuthalang sebagai zona merah penyebaran Covid-19, pasar kaget di wilayah RW 6 Perum Inkopad Desa Tajurhalang tetap buka meski banyak dikeluhkan warga.

Junaedi menerangkan, pihak Pemdes dan aparatur lingkungan juga telah mengarahkan agar para pedagang melakukan kegiatan jual beli dengan sistem online atau keliling, sehingga tidak terjadi penumpukan massa. Namun hal itu, tidak direspon pengelola maupun pedagang di pasar kaget tersebut.
“Karena letak pasar di pinggir jalan utama dan lokasinya sangat sempit. Jadi phisycal distancing tak mungkin dilakukan,” ucapnya.

Dia menegaskan, keluhan dan kecemasan masyarakat sekitar sangat wajar, karena bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga dari penyebaran virus Corona. “Kami mohon arahan dari pimpinan di atas agar hal ini bisa menjadi perhatian. Apalagi ini sedang PSBB dan Kecamatan Tajurhalang sudah masuk wilayah zona merah penyebaran Covid-19.” Pungkasnya.

Sementara hingga berita dibuat, meski sudah dikonfirmasi awak media ini, Kepala Desa Sasakpanjang dan Camat Tajurhalang belum memberikan jawaban. Seperti diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin telah menetapkan pemberlakuan PSBB di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Bahkan, menurut Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, untuk zona merah akan diberlakukan penrapan PSBB secara maksimal. (Red GN)

JELAJAHI