16 Orang Lelaki Diduga GAY, Berhasil Digrebek Warga Dan Petugas Gabungan

PARUNG.BOGOR-GemilangNews.Com

Adanya aktivitas belasan orang wisatawan pada malam hari yang berlangsung di tempat wisata pemandian air panas Gunung Panjang, Kampung Kandang RT 01 RW 05 Desa Cogreg Kecamatan Parung, membuat warga sekitar menaruh curiga. Warga pun langsung kompak menghubungi petugas Satpol PP Kecamatan Parung beserta Babhinkamtibmas Polsek Parung dan Babinsa Koramil Parung guna melakukan pengecekan dan penertiban.

Alhasil, setelah dilakukan “pengrebekan” oleh warga bersama Ketua RT, Ketua RW dan Karang Taruna Desa serta petugas gabungan tersebut, berhasil mengamankan 16 orang wisatawan yang sedang mandi bersama di sebuah kolam. 16 orang lelaki tersebut, diduga mengidap kelainan seks yaitu suka sesama jenis atau gay. “16 orang lelaki tersebut langsung kami amankan bersama pengurus wilayah dan unsur petugas gabungan. Operasi penertiban berlangaung pada hari Minggu, 19 april 2020 sekitar jam 01.59 WIB.” ungkap Endang Darmawan Kasi Trantib Kecamatan Parung kepada media ini, Minggu (19/5/2020).

Camat Parung Yudi Santosa, membenarkan adanya operasi penertiban terhadap 16 orang lelaki wisatawan yang berkunjung kel lokasi wisata Gunung Panjang Desa Cogreg tersebut. “Wisatawan yang diamankan berjumlah 16 orang diduga adalah kaum gay dari Jakarta dan Tanggerang,” ungkap Yudi Santosa.

Ket. Foto :
~ 16 orang lelaki yang diduga kuat penderita gangguan seks penyuka lawan jenis (kaum gay) yang sedang berkumpul di lokasi wisata Gunungpanjang Desa Cogreg Kecamatan Parung, berhasil diamankan warga dan pengurus lingkungan sekitar bersama petugas gabungan dari unit Satpol PP Kecamatan, Polsek Parung dan Koramil Parung, pada sekitar jam 01.59 WIB, Minggu (19/4/2020).

Dia menjelaskan, guna menghindari terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, karena banyak warga berkumpul, maka 16 orang wisatawan tersebut langsung digelandang ke kantor Kecamayan Parung. Camat memjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, diduga kuat 16 orang wisatawan tersebut adalah satu komunitas penyuka sesama jenis (gay) dan melakukan kegiatan komunitas di tempat – tempat tertentu. “Hal ini diperkuat dengan bukti-bukti isi konten video dalam handphone mereka serta jawaban mereka saat dilakukan pemeriksaan,” papar Yudi Santosa.

Selain dilakukan pemeriksaan, sambung Camat Parung, 16 orang wisatawan ini juga telah membuat surat pernyataan apabila suatu waktu kembali ke lokasi, khususnya di wilayah Parung, akan diproses sesuai hukum yg berlaku. “Mereka juga menandatangani berita acara (BA) penertiban yang disaksikan oleh petugas gabungan, perangkat desa hingga pengurus lingkungan tempat wisata tersebut,” imbuhnya.

Sementara terkait tindakan yang diberikan terhadap lokasi wisata pemandian Gunungpanjang, sambung Camat Yudi Santosa, pihaknya telah memerintahkan untuk melakukan penyegelan dan menutup kegiatan usaha tersebut karena memang pemberlakuan PSBB pandemi Covid-19. “Tadi sekitar jam 12.00 WIB, sudah langsung disegel dan dipasang garis polisi oleh petugas Satpol PP didampingi aparat Polsek Parung, Koramil Parung dan Pemdes Cogreg.” Pungkasnya. (H5H/Red GN)