Dengan Program JKN-KIS, Berobat 100 Persen ‘GRATIS’

Lampung.Utara-GemilangNews.com

Sudah 3 hari Siti Rosidah (18) dirawat di RSD Mayjend. HM. Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara karena penyakit DBD yang dideritanya. Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Saat ditemui oleh Tim, tampak Siti tengah terbaring lemah di tempat tidurnya dengan ditemani oleh beberapa anggota keluarga. Sopiyan (49), ayah Siti mulai menceritakan awal mula penyebab Siti di rawat, Selasa (13/08/2019).

“Awalnya Siti demam tinggi mencapai 40 derajat celcius, sakit kepala dan muntah-muntah, sendi-sendinya pun terasa nyeri. Sebenernya Siti sudah demam beberapa hari tapi tidak langsung saya bawa ke puskesmas karena saya kira hanya demam biasa yang akan turun dengan sendirinya, tapi ternyata Siti tidak kunjung sembuh. Karena merasa khawatir dengan kondisi anak saya akhirnya saya bawa berobat ke puskesmas lalu dirujuk ke RSD Mayjend. HM. Ryacudu hari sabtu lalu,” ungkap Sopiyan.

Sopiyan merupakan peserta JKN-KIS segmen PBI APBN dimana iuran JKN-KIS-nya dibayarkan oleh pemerintah pusat. Sopiyan sama sekali tidak merasa khawatir dengan biaya pengobatan yang akan ditagihkan rumah sakit karena sudah memiliki kartu JKN-KIS.

“Wah saya sih tenang saja tidak memikirkan masalah biaya karena saya sudah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2013. Program JKN-KIS ini menjadi bukti bahwa pemerintah sangat memperhatikan rakyat kecil seperti saya. Bayangkan jika tidak ada program JKN-KIS, darimana saya mendapat uang untuk membayar biaya pengobatan di rumah sakit sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit,” tambah Sopiyan.

Sebelum ada program JKN-KIS Sopiyan mengaku selalu merasa was-was jika anggota keluarganya jatuh sakit karena tidak memiliki uang untuk berobat. Pekerjaannya sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu menyebabkan dirinya harus berjuang keras untuk menghidupi istri dan 2 orang anaknya yang mana penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, tidak untuk berobat ke rumah sakit. Namun berobat ke rumah sakit bukanlah menjadi momok yang menakutkan lagi sejak program JKN-KIS hadir untuk menjamin kesehatan keluarganya.

“Saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN-KIS. Bagaimana tidak? pertama kepesertaan saya ini gratis tidak perlu membayar iuran setiap bulan, lalu saya juga mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan, ditambah dengan pelayanan kesehatan yang saya dapatkan sangat baik dan memuaskan. Seperti di RSD Mayjend. HM. Ryacudu ini, dari hari pertama Siti dirawat dengan sangat baik oleh dokter dan perawat yang ada di sini, segala pertanyaan dari kami dijawab dengan tuntas, prosedurnya pun tidak berbelit-belit. Saya sangat puas dengan pelayanan kesehatan di RSD Mayjend. HM. Ryacudu,” kata Sopiyan sambil tersenyum.

Sebagai penutup Sopiyan mengucapan terima kasih kepada program JKN-KIS yang telah menyelamatkan nyawa anaknya.

“Saya sangat berterima kasih kepada program JKN-KIS, entah bagaimana nasib Siti jika kami tidak memiliki kartu JKN-KIS. Semoga program JKN-KIS selalu ada untuk menolong masyarakat seperti kami. Dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada RSD Mayjend. HM. Ryacudu yang telah merawat Siti dengan sangat baik hingga saat ini. Dengan JKN-KIS berobat 100 persen gratis dan puas dengan pelayanannya,” tutup Sopiyan. (Rilis/muhtar)