Keluarga Ganjar Faturahman Yang Meninggal Saat Pemilu 2019, Menolak Untuk Melakukan Otopsi

BANDUNG-GemilangNews.com

Sejumlah keluarga yang meninggal saat menjadi Panitia Pemilu 2019 di Kabupaten Bandung menolak untuk di otopsi. Diantaranya adalah Asep Sujatma dan Siti, orang tua dari Ganjar Faturahman (26 tahun), Warga Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung yang meninggal saat menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 55 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Keluarga menyatakan tidak ingin makam anaknya dibongkar untuk proses penyelidikan penyebab kematian, keluarga menyatakan bahwa anaknya meninggal secara wajar. “Anak ibu meninggal secara wajar karena kecapaian. dan memang kondisinya juga sedang banjir. jadi kesana kesininya kerumah ke TPS harus melalui banjir. Mungkin aja kedinginan atau gimana, dan ibu ngga setuju jika makam anak ibu harus dibongkar dan di otopsi. ngga setuju sama sekali, soalnya anak ibu meninggal secara wajar.” Kata Siti, Ibu dari Ganjar Faturahman.

Selain Siti, ayah Ganjar Faturahman, Asep Sujatma juga menolak anaknya untuk di otopsi, karena menurut Asep Sujatma tidak ada yang janggal pada kematian anaknya, “Sama sekali saya ngga setuju, kasihan mayat yang sudah lama harus digali lagi, dikorek-korek saya ngga setuju,” Ungkap Asep Sujatma.

Ganjar Faturahman merupakan satu dari sebelas orang warga Kabupaten Bandung yang meninggal saat bertugas melancarkan proses penyelenggaraan pemilu 2019.

Setelah dinyatakan meninggal akibat kelelahan, keluarga Ganjar Faturahman mendapat santunan dari KPU dan Pemerintahan Jawa Barat. (Raymond)