Tekankan Di Poin Mahasiswa Menolak People Power

JAKARTA-GemilangNews.com

Pesta demokrasi terbesar tanah air sudah selesai, berjalan lancar, aman, tertib dan damai. Tentu ini merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan, terlepas dari berbagai insiden serta sedikit halangan yang muncul dalam perhelatan pesta demokrasi ini, itu merupakan suatu hal yang wajar dan dapat dimaklumi secara nalar akal sehat.

Kordinator Lapangan (Korlap), Wiryawan mengatakan tapi belakang ini muncul berbagai isu yang digaungkan oleh sekelompok orang atau individu orang untuk memecah bangsa dan negara ini, isu People Power merupakan isu yang sangat digaungkan akhir-akhir ini. “Gerakan yang mengatasnamakan rakyat tetapi tidak demikian adanya, rakyat hari ini masih lebih banyak yang menginginkan Indonesia damai dan maju kedepanya dibandingkan dengan harus melakukan People power yang tentu tidak ada manfaatnya bagi bangsa dan negara,” kata Wiryawan, Senin (13/5), saat aksi di depan KPU RI, di Jakarta.

Terkhusus kami, kaum intelektual dan terdidik seperti mahasiswa tidak akan sudi dan rela untuk melakukan gerakan people power, karena dari banyak aspek dan sisi yang sudah kami kaji hari ini kita belum menemukan musuh bersama seperti pada tahun 1964 dan 1998.

Kondisi hari ini kami rasa masih cukup baik, bahkan kondisi negara bisa maju dengan cepat dalam waktu dekat ini jika kita bersatu dan kompak dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan bangsa.

“Kemudian muncul juga isu untuk mendelegitimasi hasil pemilu yang kami rasa itu sangatlah tidak peru. KPU hari ini didiskreditkan oleh sekelompok orang, tapi KPU tidak perlu hawatir bangsa indoesia masih percaya terhadap anda terutama kaum mahasiswa,” ujarnya.

Hal inilah yang membuat kami hari dari Gerakan Mahasiswa Pengawal Demokrasi memberikan dukungan terhadap KPU. Adapun dukungan dan tuntutan kami sebgai berikut :

1. Mahsiswa Menolak gerakan People Power.

2. Mendukung KPU sepenuhnya, semasih bekerja sesuai dengan aturan dan koridor hukum yang berlaku.

3. KPU tidak Peru takut dalam melaksanakan tugasnya semasih bekerja sesuai aturan yang ada, dan

4. Menolak munculnya wacana mendelegitimasi hasil pemilu. (dade)