MEMOTRET KEGIATAN DI POSKO PENDAMPING DESA KEMENDES : APA SAJA YA

PALEMBANG-GemilangNews.Com

Bencana alam berupa gempa bumi di Pulau Lombok sejak dua minggu lalu menelan korban ratusan jiwa. Warga yang selamat dari musibah tersebut dievakuasi di tenda-tenda pengungsi yang tersebar di Desa-desa, terutama di Empat Kabupaten, yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat.

Bantuan untuk para korban berupa makanan, minuman dan obat2an telah berdatangan dari berbagai kalangan. Namun untuk membantu mereka, terutama menyangkut pemulihan trauma atau trauma healing dan mengisi kejenuhan dan edukasi selama di tenda-tenda pengungsian maka dibutuhkan penanganan khusus.

Posko Pengendali Penanganan Bencana oleh Pendamping Desa P3MD Kementerian Desa PDTT yang tersebar di titik-titik strategis tersebut dirancang dengan alur yang sistematis dengan kegiatan khusus.

Direktur PMD, M. Fachri membenarkan konsep penanganan khusus bagi korban gempa karena sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Pendamping Desa.

“Pendamping Desa hadir untuk fasilitasi, koordinasi dan edukasi bagi warga terdampak gempa. Di posko-posko pengendali tersebut mereka lakukan berbagai kegiatan edukatif bagi masyarakat”, katanya dalam siaran pers (13/08/2018).

Konsultan Nasional P3MD, Arwani, M. Labib dan Choiril Akbar yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Posko-posko tersebut memberikan arahan pada Tim Pendamping Desa baik terkait dengan sistem dan alur kerja hingga kegiatan di posko-posko.

Menurut Koordinator Tim, Tauhid Rifai, sistem pengorganisasian, alur kerja dan kegiatan selama di posko-posko telah terintegrasi dari Pusat, Provinsi, Kabupaten hingga Desa-desa yang melibatkan Tenaga Pendamping Profesional atau Pendamping Desa.

Adapun struktur organisasi posko tersebut adalah:
Koordinator :Tauhid,
Kesekretariatan : Rosmiyati,
Logistik & Keuangan: Lalu Husni Anshari yang dibantu oleh Penanggungjawab (PIC) di masing-masing Kabupaten hingga Koodinator Lapangan di Desa-desa.

Untuk PIC Lombok Barat :
(Abdul Zohri dan Heri Rahadi), PIC Lombok Tengah : (Agus Sholihin dan L. midiwarman), PIC Lombok Timur:(Miftakhurrahman dan
Marzuki), PIC Lombok Utara: (Agus Mulyadi dan Baharudin). Korlap Lombok Barat: (Sabilirosyad), Lombok Tengah: (Lalu Mustanadi), Lombok Timur: (Wasaillah), Lombok Utara: (Khairil Anwar Habibullah), dibantu posko-posko pengungsi di Desa-desa oleh Pendamping Desa.

Donasi yang terkumpul dari Tim Pendamping Desa dari berbagai provinsi secara suka rela telah terkumpul per tanggal 13/08/2018 sebanyak kurang lebih 100 Juta, ditambah bantuan lain berupa logistik. Bantuan tersebut langsung dikirim oleh Pendamping Desa ke Rekening Koordinator Program Provinsi di masing-masing Provinsi kemudian dikirim ke Rekening Managemen Nasional, kemudian ditransfer ke Rek Koordinator Program Provinsi NTB. Dari donasi tersebut rencananya didistribusikan ke pihak korban, baik dari unsur pendamping desa maupun warga yang terdampak gempa.

“Semua dikelola secara transparan dan akuntabel, sebab ini amanah dari temen-temen pendamping desa dan dari pimpinan kita di Jakarta”, kata Tauhid.

Menurut Tauhid, kegiatan yang dilaksanakan Tim Pendamping Desa di posko-posko pengendali dan posko antara di Kabupaten, antara lain adalah: Pengajian dan istighotsah rutin tiap habis sholat magrib hingga sholat isya, penyuluhan trauma healing, pelayanan kesehatan dan pendidikan dan permainan anak-anak.

Tauhid berharap agar bencana segera berlalu dan masyarakat segera kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Reporter: Yuli/FH