Warga Miskin Penderita TBC Akut Akhirnya Menghembuskan Nafas Terakhir

BOGOR-GemilangNews.com

Ananda Intan pasien penderita TBC akut menghembuskan nafas terakhir di ruang Pafio B 21-24 Rumah sakit Daerah Umum (RSUD) Kota Bogor pada hari Kamis tanggal 15 Maret 2018 pukul 23:30 Wib.

Belum habis bibir ini membicarakan ananda Intan, warga Cibuluh Kelurahan Kedung Badak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, yang mengontrak rumah di Kampung Kabandungan Rt 04 Rw 03 No 94C Desa Sirnagalih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor menderita TBC akut, tetapi minim perlakuan dari pemerintah karena alasan dokumen. Ia tersisih karena miskin dan mendapat perlakuan yang minimal dari pihak Rumah Sakit atas penyakitnya.

Sofia Relawan Kesehatan Masyarakat (Rekam) mengatakan, “Ananda Intan masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor pada tanggal 13 maret malam, Tanggal 14 maret Pukul 02:00 wib dini hari Intan membutuhkan darah, karena alasan medis, akhirnya Intan menunggu sekantong darah harus menunggu hingga berhari-hari sampai akhir nya Intan sekarat dan menembuskan nafas terakhirnya.

Lanjut Sofia, “Penderitaan nya tidak sampai situ saja kesulitan intan dalam hal mengurus kematiannya, Intan tidak di anggap warga, karena ia mengontrak sehingga fasilitas pemakaman tidak ia per boleh, Pihak Rt dan warga lain juga tidak peduli dengan kemiskinan yang dialami intan”, ungkapnya.

Mardjuki Ketua Pospera Kota Bogor,” menambahkan,” jaminan sosial harus diberikan dari mulai dalam kandungan hingga meninggal dunia, tetapi apa yang terjadi Intan tetap membayar biaya administrasi sebesar Rp: 68.900 Untuk mengurus jenazah, dan juga biaya pemakaman seharga Rp: 800.000 karena ada Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) belum lagi tambahan Rp 200.000 untuk yang gali kuburan, belum lagi seorang Rt dan Rw mengatakan Tidak bisa bicara dengan kepala Desa untuk pemakaman, semua relawan bergerak mencari informasi untuk adanya pemakaman gratis, tetapi tidak dapat karena Intan bukan warga setempat, sampai akhirnya intan diantar keluarga, tetangga samping rumah dan relawan kepemakaman, tanpa ada warga lain yang mengiringinya. Sedih, Miris, dan kesal melihat fenomenal yang terjadi.

“Itulah potret kemiskinan warga, orang Miskin dilarang sakit dan meninggal” karena biayanya sangat mahal jika tidak mempunyai uang dan jaminan kesehatan, ujarnya.

Wahai penguasa bangun dari tidur panjangmu, warga mu membutuhkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat miskin. Bukankah kesejahteraan menjadi tujuan utamamu jangan pernah jadikan masyarakat ini sebagai objek dari kampanye saja untuk merebut massa saja, bagian dari dirimu untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik. (Red/Alv)